Bagaimana Mengembangkan Karir di Perusahaan Multi Usaha?
Jika anda bekerja di sebuah perusahaan yang memiliki banyak produk atau jasa, tentu akan banyak pertanyaan yang timbul baik dari pengembangan usahanya dan juga bagaimana mengembangkan potensi atau karir anda di perusahaan tersebut. Coba simak beberapa tips berikut:
1. Tentukan dulu filosofi perusahaan, misalnya:
a. Apakah dasar atau kriteria bagi karyawan untuk naik jabatan (pergerakan vertikal) maupun pindah bagian (pergerakan horisontal) di dalam perusahaan? Kriteria ini bisa beragam, misalnya prestasi kerja, seberapa jauh karyawan memenuhi kebutuhan kompetensi dan kualifikasi (sertifikasi, tingkat pendidikan, pengalaman kerja) dari posisi tujuan, tersedianya posisi, kesamaan jenis usaha dll.
b. Tentukan apakah perpindahan bagian dapat dilakukan pada setiap tingkatan jabatan atau dibatasi, misalnya, hanya pada tingkat karyawan pemula/junior dan tingkat manajemen saja? Berapa kali dapat pindah bagian?
Beberapa organisasi membatasi pergerakan antar bagian hanya terjadi pada tingkat awal dan senior, sementara yang lain tidak membatasi. Dalam konteks perusahaan yang banyak ragam kegiatan usahanya seperti di atas, tentukan dulu sejauh mana perusahaan ingin memberikan ruang-gerak bagi karyawan dalam membangun karirnya di dalam organisasi. Bila sangat bebas terbuka, berarti perusahaan perlu membangun karyawan ‘generalis’, yang memiliki kompetensi untuk bekerja pada berbagai ragam kegiatan usaha. Sementara bila dibatasi, berarti perusahaan cenderung akan fokus membangun karyawan yang fokus pada bidang usahanya. Atau kombinasi di antara keduanya?
Pilihan model yang ada akan memberikan implikasi pada fleksibilitas karyawan dalam membangun karirnya, perencanaan tenaga-kerja maupun investasi perusahaan di dalam mengembangkan kemampuan karyawannya.
2. Bangun atau pengembangan karir jabatan-jabatan yang ada (career map) berdasarkan kriteria-kriteria yang telah ditetapkan. Untuk memberikan ruang lebih besar bagi karyawan dalam membangun karirnya di dalam organisasi, beberapa organisasi membangun apa yang disebut dengan dual-career atau multiple-career track(s), yaitu jalur karir manajerial (struktural) dan jalur karir non-manajerial (spesialis).
Jalur karir non-manajerial/spesialis dibangun untuk memfasilitasi pengembangan karir bagi karyawan yang tidak tertarik menduduki jabatan manajerial — tidak semua orang ingin menjadi manajer, ada yang bahagia menjadi spesialis di dalam disiplin ilmu tertentu. Karena membangun peta karir relatif membutuhkan waktu yang tidak sedikit, fokuskan pembuatan career map pada posisi-posisi yang relatif penting (kritikal) di dalam organisasi.
3. Bangun SOP (standard operating procedure) termasuk alat-alat tes yang diperlukan untuk membantu karyawan mengetahui bagaimana mereka dapat mengembangkan karirnya di dalam organisasi. Langkah-langkah atau proses apa yang harus dilalui? Misalnya, bagaimana seorang yang baru bekerja dapat menjadi pemimpin divisi/departemen dalam beberapa tahun ke depan? Persyaratan maupun tes-tes apakah yang harus dipenuhi dll. Bagaimana jika seorang pegawai mendapatkan hasil penilaian kinerja yang memuaskan selama 3 tahun berturut-turut? Kemana, kapan, bagaimana dan oleh siapa ia dapat dipromosikan?
4. Perbaiki terus-menerus model yang telah dibangun berdasarkan hasil implementasinya di lapangan dan kebutuhan organisasi, termasuk bila ada perubahan struktur dan strategi perusahaan.
Karena administrasi sistem pengembangan karir itu membutuhkan waktu yang tidak sedikit, persiapkan infrastruktur/teknologi pendukung agar sistem dapat diimplementasikan dengan efisien dan efektif.
Hubungan Antar Alumni UGM Semakin Renggang
January 29, 2009 by admin
Filed under Suara Alumni
Pergeseran paradigma kerja dari birokrasi ke wirausaha menyebabkan hubungan ikatan kekeluargaan antar alumni UGM di daerah semakin renggang. Kondisi ini menyebabkan Keluarga Alumni Universitas Gadjah Mada (KAGAMA) pun tidak lagi menjadi magnet yang cukup kuat untuk menarik perhatian alumni di berbagi daerah dalam menguatkan kembali ikatan tersebut.
Menurut Toni, bila sebelumnya KAGAMA memiliki reputasi yang cukup luar biasa di mata alumni di berbagai daerah karena dulunya sebagian alumni UGM banyak bekerja di birokrasi. Sebaliknya, kenyataan yang terjadi saat ini, banyak alumni UGM sudah banyak berkecimpung dalam wirausaha.
Mengatasi kondisi ini, Toni mengusulkan agar pertemuan kagama di daerah lebih diarahkan dalam sektor usaha untuk menggairahkan kembali hubungan ikatan antar alumni UGM dan juga menambah peluang kerja alumni sendiri.
“Makanya, kerjasama ini dalam rangka mencari format usaha bersama bagi alumni di berbagai bidang usahanya dan membuka peluang usaha baru bagi mereka sendiri,” jelasnya.
Toni megatakan, pihaknya akan melakukan roadshow ke 24 daerah yang memiliki basis alumni UGM guna mensosialisasikan program tersebut sekaligus mengajak alumni untuk berpartisipasi mengembangakan potensi daerahnya.
Beberapa Hal Sebelum Wawancara Pekerjaan
Tujuan dari sebuah interview rekrutmen adalah menemukan kandidat yang cocok untuk kebutuhan sebuah posisi. Oleh karena itu coba kenali posisi yang anda sasar, karena dengan demikian anda akan lebih siap menghadapi interview apapun.
Tidak ada gunanya menjadi orang lain. Kalau tidak suka suasana high competitive di dunia penjualan, tidak usah menyasar posisi sales. Kalau tidak suka berhubungan dengan orang, jangan menyasar posisi yang membutuhkan orang lain untuk keberhasilan kinerja. Menjadi diri sendiri, akan meningkatkan rasa percaya diri. Rasa percaya diri yang tinggi, akan mengurangi grogi, menambah vitalitas, dan yang terpenting, membantu si interviewer menyelesaikan tugasnya yaitu menemukan kandidat yang paling tepat. Namun karena interviewer juga manusia, punya hati-punya rasa, maka tidak menutup kemungkinan subjectivitas interviewer akan mempengaruhi hasil report candidate review; maka setelah benar-benar- benar mengetahui kemauan diri atas posisi yang akan disasar, perlu untuk mematut-matut diri dan melakukan persiapan yang matang sebelum interview.
And the last, jaga kebersihan mulut dan tenggorokan anda sebelum interview. Karena meski hal itu terlihat sepele namun hal tersebut akan menambah nilai plus dan percaya diri bagi anda.
Toyota Smart Driving for Smart Women Bersama Sandra Dewi
January 29, 2009 by admin
Filed under Advetorial
PT Toyota-Astra Motor melalui program “Smart Driving for Smart Women” bersama dengan Sandra Dewi sebagai duta SDSW meluncurkan salah satu aktifitasnya yaitu Smart Driving Coaching Clinic yang bertujuan mengkampanyekan bagaimana perilaku berkendara yang baik, aman, nyaman dan cerdas yang dikhususkan bagi kalangan wanita.
Dalam smart driving tersebut banyak hal penting yang diajarkan dalam berkendara yang di khususkan bagi wanita untuk meningkatkan kemampuan berkendara dengan baik, aman, nyaman dan cerdas serta efisien, terutama kendaraan roda empat, merupakan salah satu kebutuhan utama saat ini. Banyak manfaat yang bisa diambil, seperti pencegahan kecelakaan di jalan, perawatan kendaraan yang lebih baik, penghematan BBM, pencegahan tindakan kriminal di jalan, dan hal-hal positif lainnya.
“Salah satu kegiatan dalam program Smart Driving for Smart Women ini adalah dengan mengadakan coaching clinic diperuntukan khusus bagi para pengendara wanita sekaligus merupakan bentuk nyata kepedulian Toyota terhadap kalangan wanita yang berkendara untuk meningkatkan kesadaran dan menjaga keselamatan serta kenyamanan selama berkendara,” ungkap Johnny Darmawan, Presiden Direktur PT Toyota Astra Motor.
Coaching clinic Smart Driving for Smart Women terbagi dalam dua program utama yaitu pelatihan dalam ruangan yang akan membahas secara teori berkendara dengan efisien, baik dan smart lalu dilanjutkan dengan pelatihan langsung di lapangan dengan menggunakan mobil Vios. Pada saat melakukan pelatihan di lapangan tersebut para peserta akan dilatih berbagai tips dan trik berkendara yang baik seperti parkir, pengereman, melaju dalam kecepatan tinggi hingga teknik berslalom yang bertujuan memberikan ketrampilan untuk menghindar dalam keadaan darurat seperti tabrakan beruntun.
“Sebagai seorang yang juga mengendarai mobil dan masih selalu belajar untuk berkendara dengan baik, saya mendukung kegiatan Smart Driving ini, dan berharap dengan coaching clinic ini bisa meningkatkan ketrampilan wanita dalam berkendara yang akan berdampak terhadap perbaikan citra wanita sebagai pengendara yang kurang baik serta untuk meningkatkan kesadaran berperilaku mengemudi yang smart dan aman,” kata Sandra Dewi.
Gathering Studi Excursie Sistim Informasi ITS 2009
Rabu 28 Januari 2009 Ikatan Alumni ITS (IKA ITS) mengadakan acara gathering Studi Excursie Sistim Informasi ITS 2009 antara mahasiswa Teknik Informatika ITS dengan para alumni.
Acara yang dikemas dengan format ramah tamah dan sharing pengalaman bertempat di apartemen Essence Dharmawangsa, Jakarta selatan ini menghadirkan pembicara dari berbagai lingkup antara lain BUMN, swasta dan wirausaha (entrepreneur) antara lain :
1. Titus Dondy ( Vice President Excelcomindo )
2. Agus Buntaran ( GM. PT Citra Sari Makmur- Satelite )
3. Hesti ( Deputy GM Telkom Jakarta Selatan )
4. Lucky Esa ( IT Expert – Ex Microsoft )
5. Sunaryo Suhadi ( Entrepreneur )
Acara dibuka oleh bapak Seno Teknik Komputer angkatan 85 yang merintis bisnisnya sejak bangku kuliah dan sekarang ini bisnisnya telah cukup menggurita di berbagai projek dari pemerintahan swasta sampai dengan militer. Beliau menekankan kepada calon lulusan ITS khususnya Teknik Informatika bahwa sistem informasi sangat berperan bagi masyarakat untuk banyak hal, tinggal kitanya berfikir tanpa mengkotak-kotakan, global dan out of the box (berbeda dan unik) bagaimana memanfaatkan ilmu kita ini agar berguna bagi masyarakat luas.
Acara selanjutnya menghadirkan dua pembicara sekaligus yang keduanya dari Teknik Industri angkatan 88 yakni Bapak Titus Dondi (Vice President PT Excelcomindo Pratama Tbk) dan Ibu Hesti (Deputy GM Telkom Jakarta Selatan). Mereka bercerita mengenai pengalaman mereka berkarir di perusahaan yang berbeda kultur (BUMN dan Swasta). Beliau-beliau menekankan pentingnya soft skill, interpersonal communication skill, networking dan focus yang hampir 90% penunjang keberhasilan dalam bisnis dan karir. Ibu Hesti menambahkan beberapa poin berkenaan dengan karir dan bisnis yakni :
1. Spirit (semangat)
2. Sinergi, sinergi dengan diri sendiri, kerabat terdekat dan dengan orang lain
3. Cepat, cepat bertindak dan mengambil keputusan namun dengan perhitungan yang matang
Acara sharing pengalaman yang diselingi interaksi aktif dari para mahasiswa ITS dengan alumni rencananya akan terus diadakan secara berkala oleh Alumni ITS dengan menghadirkan para pembicara lain dari berbagai bidang bisnis maupun lingkup pekerjaan.
Ritsumeikan University Scholarship
Ritsumeikan University
APPLICATION GUIDELINES (PGP) 2009
The Japanese Ministry of Education, Science, Sports and Culture (MONBUKAGAKUSHO)
HOST UNIVERSITY RECOMMENDATION SCHOLARSHIP
“The International Priority Graduate Program (PGP)”
The Monbukagakusho offers scholarships to international students with recommendations from their host universities under the following guidelines:
ELIGIBILITY AND CONDITIONS
1.) Applicants must be graduate students who will newly enter Japan for the purpose of study.
2.) Nationality: Applicants must have nationality of a country that is recognized by the Japanese government as of April 1, 2009.
3.) Age: Applicants must have been born on or after April 2, 1974.
4.) Educational Qualifications: Applicants must have at least an undergraduate degree.
5.) Major Fields: Applicants must specialize in the same or related field as their area of study in their home university. It must also be a field in which the applicant can receive supervision and guidance at the institution where the applicant has been admitted.
6.) Language: All courses at this program are conducted in English. Applicants must possess a sufficiently high level of English proficiency to be able to take classes in English.
7.) Health: Applicants must be in both good physical and mental health.
8.) Arrival in Japan: Applicants must arrive in Japan on the date designated by the host institution in mid-September, 2009. Applicants will be notified of further details regarding arrival in Japan at a later date. Neither travel allowances nor lump-sums will be provided in cases where travel to Japan is not possible between the designated dates.
9.) Application Deadline: Ritsumeikan will undertake preliminary screening of applications prior to forwarding them to the Monbukagakusho (in addition to other documents prepared by the university). Completed applications must be submitted with all necessary documents to the Ritsumeikan University International Center at Kinugasa Campus or Biwako-Kusatsu Campus, depending upon the Graduate School you are applying to (address written below) by February 8, 2009. Faxes are also acceptable, however, all original documents must arrive at the respective Office of International Education by the above date.
Dewan Energi Nasional dari ITS
Sepak terjangnya dalam bidang energi dan lingkungan hidup tak diragukan lagi. Ia Aktif menuangkan gagasan dan ide segarnya lewat riset dan berbagai jurnal ilmiah berskala nasional maupun internasional. Kepedulian atas krisis energi yang tak kunjung usai di negeri ini pun mengantarkannya terpilih sebagai salah satu anggota Dewan Energi Nasional (DEN). Dia adalah Ir Mukhtasor MEng PhD, salah satu dosen Fakultas Teknologi Kelautan (FTK).
Sesuai dengan amanat Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2007 tentang Energi, terbentuklah DEN yang Diketuai langsung oleh presiden RI dan beranggotakan 16 orang. Di dalam Pasa1 2 Ayat (5) UU itu dijelaskan keanggotaannya juga meliputi tujuh orang menteri dan pejabat pemerintah dan delapan dari kelompok independen. Mukhtasor sendiri berasal dari kelompok independen yang terpilih setelah melewati seleksi ketat langsung di bawah instruksi Kementrian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).
Tugas dewan ini, diantaranya adalah menetapkan langkah-langkah penanggulangan kondisi krisis dan darurat energi. ”Yang terpenting adalah menyiapkan bahan kebijakan yang akan ditetapkan oleh pemerintah bersama dengan presiden tentang pengelolaan energi jangka panjang, termasuk berbicara tentang cadangan energi dan konservasi energi,” terang Mukhtasor.
Menurut Pria kelahiran Blitar, 20 april 1969 ini, energi adalah persoalan yang besar bagi bangsa Indonesia. Indonesia mempunyai potensi energi besar dan sumber yang beragam. Tidak hanya minyak bumi, gas, dan batu bara, tapi juga geothermal, angin, dan masih banyak lagi. Namun ironisnya, ketersediaan energi bagi masyrakat masih belum dirasakan.
“Buktinya adalah masyrakat kita antri minyak, pemadaman bergilir dan libur indusrti yang tidak seragam, hal ini menunjukan bahwa supply energy kita kurang,” terang Dosen Teknik Kelautan ITS yang pernah didampuk menjadi pembicara pada Second World Engineering Congress pada 2002 lalu.
Untuk itu, diperlukan sebuah kebijakan yang mengatasi masalah tersebut. “Kita harus berkontribusi disana. Dari ITS juga harus ikut serta berbicara tentang kebijakan energi nasional,“ ujar pria yang pernah menerima penghargaan sebagai dosen teladan III ITS.
karena itu pula , ketika lowongan untuk anggota DEN di buka. Ia pun langsung mendaftarkan dirinya atas rekomendasi rektor ITS. Mukhtasor mewakili ITS dari bidang lingkungan hidup, karena memang riset yang dilakukan dan buku yang ditulis oleh Mukhtasor sebagian besar berkaitan dengan lingkungan hidup dan energi.
“Saya merasa ini sebagai sebuah tantangan baru dan ladang amal baru, di mana kita bisa mengeksplor lebih bayak tentang kemungkinan–kemungkinan untuk dapat mengimplementasikan apa yang kita cita-citakan,” papar pria yang ramah dan energik ini ketika ditanya motivasinya menjadi anggota Dewan Energi Nasional.
Menurut Mukhtasor, tidak berkembangnya energi baru yang murah atau yang lebih cocok dengan masyarakat dikarenakan Pemerintah dan rakyat indonesia terlalu fokus pada satu sumber energi yaitu, minyak dan gas. Walaupun harganya mahal, akan tetap dibeli oleh masyarakat. Bahkan diberi subsidi oleh pemerintah. Maka energi lain tak mampu untuk bersaing.
Contohnya seperti biogas dan energi arus gelombang yang dirasa terlalu mahal. “Padahal, jika semua sumber energi diperlakukan sama, maka dengan persaingan sehat akan terbukti bahwa energi yang ramah lingkungan akan jauh lebih baik.” jelas suami dari Ratri Handayani SSi ini.
Ke depannya, Mukhtasor mengharapkan negeri ini berani melakukan reorientasi. Reorientasi agar kebijakan pembangunan di bidang energi selaras dengan pembangunan berkelanjutan. Di mana bahwa setiap kebijakan tidak hanya dalam rangka pemenuhan ekonomi jangka pendek, tapi juga mempertimbangkan aspek sosial, integritas budaya, termasuk juga lingkuangan hidup.
Tidak hanya Aktif pada forum ilmiah, Mukhtasor juga sangat peduli dengan lingkungan sosial di sekitarnya. Tak heran jika Kegiatannya yang satu ini pun, tak jauh dari hal yang berkaitan dengan energi. Contohnya saja, Ia termasuk salah satu pendiri dan pembina Yayasan pengembangan SDM IPTEK, yang salah satu kegiatan pentingnya adalah penyebarluasan teknologi dan pemberdayaan masyarakat dalam pemanfaatan teknologi, khususnya tentang energi terbarukan.
“Jika kita ingin memberikan apa yang kita bisa pada skala yang menfaatnya lebih besar, kenapa tidak?” ungkap dosen yang pernah meraih penghargaan peneliti produktif ITS dari Pusat Penelitian ITS ini. “Sebaik–baiknya orang adalah yang bermanfaat bagi sesama, itulah prinsip saya,” lanjut Mukhtasor mengutip salah satu Hadist Nabi. (Az/mtb).
sumber : http://www.alumniits.com/index.php?menu=profil&p=41&id=14
IKA ITS sumbang sepeda untuk anak tidak mampu
IKA ITS & Konsorsium sumbang sepeda untuk anak sekolah tidak mampu
Berdasarkan penelitian pada tahun 2005 oleh Organisasi Buruh Internasional (ILO), 4,18 juta anak usia sekolah di Indonesia ternyata putus sekolah dan menjadi pekerja anak. “Hasil penelitian terbaru kita, sebanyak 19 persen anak-anak di bawah 15 tahun tidak bersekolah dan lebih memilih untuk menjadi pekerja,” ujar Muhammad, Peneliti Senior ILO (dikutip dari www.tempointeraktif.com).
Survei yang dilakukan ILO mencakup 1.200 keluarga di lima provinsi, yaitu Jawa Timur, Jawa Barat, Sumatera Utara, Kalimantan Timur, dan Sulawesi Selatan.
Naiknya anggaran pendidikan menjadi 20% tidak serta merta menyelesaikan angka putus sekolah, karena harus dijabarkan secara operasional oleh Dinas di tingkat provinsi/kabupaten/kota.
Dalam rangka menekan angka anak putus sekolah yang diakibatkan mahalnya biaya transportasi, membantu anak usia dari latar belakang ekonomi lemah agar tetap dapat mengikuti pelajaran tanpa terganggu masalah transportasi, serta mendorong kebiasaan penggunaan kendaraan bebas emisi gas buang sejak awal di sekolah dan program hemat energi sejak dini.
Maka, IKA ITS bekerja sama dengan Konsorsium Sepeda Untuk Sekolah (ILUNI, Bike to Work, Klub Guru, Centre for the Betterment of Education) akan menyerahkan program bantuan SEPEDA UNTUK SEKOLAH bagi siswa/siswi SD/SMP dari latar belakang keluarga ekonomi lemah di Surabaya, Sidoarjo & Gresik, pada :
Hari/Tanggal : Minggu, 1 Februari 2009.
Waktu : 07.30 – 13.00 WIB
Tempat : Kampus ITS Sukolilo (untuk wilayah Surabaya & Sidoarjo)
Dan,
Hari/Tanggal : Minggu, 22 Februari 2009.
Waktu : 08.30 – 13.00 WIB
Tempat : Wisma Semen Gresik, Jl. Veteran, Gresik.
Program bantuan sepeda yang pertama sekali di lakukan di Jawa Timur ini rencananya akan di bagikan kepada 20 sekolah SD/SMP di Surabaya, Sidoarjo dan Gresik.
Untuk acara di kampus ITS, akan di awali dengan bersepeda bersama komunitas Bike To Work (B2W) Surabaya, rencananya Walikota Surabaya, Bp. Bambang DH, sebagai salah satu anggota komunitas B2W Surabaya, akan ikut dalam konvoi sepeda yang finish di kampus ITS Sukolilo ini.
Bagi rekan-rekan alumni ITS yang hobby ber sepeda bisa ikut bergabung konvoi sepeda menuju ITS pada Minggu, 1 Februari 2009, Pukul 06.00. Start akan di mulai dari Taman Bungkul Surabaya, melewati Tunjungan Plaza, Grahadi, PangSud, Kayon, Biliton, Kertajaya dan Finish di Rektorat ITS.
Sesampai di ITS, konvoi akan di sambut dengan “sarapan pagi” khas surabaya, kemudian di lanjutkan dengan acara penyerahan sepeda secara simbolis oleh Ketua Umum PP IKA ITS, Rektor ITS, perwakilan konsorsium SUS, dan Walikota Surabaya kepada perwakilan Kepala Sekolah dan Siswa terpilih.
Diharapkan, setelah kegiatan ini berlangsung, IKA ITS (bersama IA ITB) bisa bergabung bersama ILUNI dll menjadi salah satu anggota konsorsium Sepeda Untuk Sekolah dan bersama-sama menjalankan program sosial “Sepeda Untuk Sekolah” ini di seluruh Indonesia.
Semoga program ini mendapatkan dukungan luas dari seluruh alumni ITS dan bisa kita laksanakan di setiap provinsi, khususnya luar jawa.
Bagi yang berkenan menyumbangkan sepeda (Rp. 550,000/sepeda) dan ingin mendapatkan Informasi lebih lanjut mengenai program ini menghubungi Departemen Hub. Antar Alumni Perguruan Tinggi dan Kelembagaan Kampus PP IKA ITS, Hamdani di alamat email: hamdanik31@yahoo.com atau Machsus di alamat e-mail : machsus@ce.its.ac.id.
sumber : alumniits.com
ASUS Said to Be Facing Internal Struggles for Power
Could lead to the creation of a new brand
According to recent reports, ASUSTeK, one of the world’s leading vendors of computer motherboards and portable computer systems, may be facing some internal struggles for power. The company’s chairman, Mr. Johnny Shih, and Mr. Tung Tsu Hsien, the new boss at Pegatron, a breakaway OEM division of ASUSTeK, are reported to be going through some misunderstandings, the likes of which could lead to the creation of a new brand.
The news comes from a recent article on TweakTown, where a Taiwan-based magazine entitled “Business Today” is cited as being the source where a story on the internal power struggle undergoing at ASUSTeK has been published. According to the translated version (provided by TweakTown) of said article, Mr. Tung Tsu Hsien was forced to accept its current job, as the boss of the newly-founded Pegatron, consequently being eliminated from the ASUS board. Apparently, Mr. Tung Tsu Hsien was not pleased with the decision as he was more interested in the brand business, especially in the growing Chinese market.
The author of the lengthy article claims that Tung Tsu Hsien has brought along with him to Pegatron other people from the R&D and industrial design teams at ASUS, mainly due to the fact that he has won the hearts of the staff through its business practices.
According to the article, Tung Tsu Hsien decided to establish PEGA Design, made out of ASUS’ Industrial Design Team, which joined Pegatron after the separation. From February 2009 onwards, the team will be working in the old ASUS building and will be allowed to take on designing contracts. Such contracts could materialize into some new notebook PCs, desktop and broadband modem designs. According to the writer of the article, the initial goal of the team, in Tung Tsu Hsien’s perspective, is to test the market. Given a favorable response, the company could place orders from Pegatron for manufacturing, but that is yet to be confirmed.
The article ends by saying that, despite appearances of a “harmonious” ASUS split, the internal struggles at ASUS are pretty much real and that Mr. Johnny Shih may be facing more issues, in addition to the ongoing financial crisis.
links from : http://news.softpedia.com/news/ASUS-Said-to-Be-Facing-Internal-Struggles-for-Power-102914.shtml
Google's Revenue Jumps to $5.70 Billion
In the forth quarter of 2008
In the first quarter of the 2008 financial year, Google managed to outperform analyst estimations, accounting for a total revenue of $5.70 billion. The Mountain View-based search giant kept its head well above the waters of the worldwide financial tsunami with the latest financial results, delivering proof that its Read more


