Mantan Guru Bahasa Inggris yang Menjadi Miliarder Properti

March 27, 2009 by admin  
Filed under Headline, Tokoh

Pernah menjadi guru les bahasa Inggris, Cipto banting setir terjun ke bisnis kontraktor. Kini, ia menjadi pemilik Grup Nusuno dengan aset Rp 800 miliar.

Dengan penampilannya yang bersahaja, yang sehari-hari hanya menggunakan kemeja lengan pendek, celana panjang Cipto Sulistyo adalah salah satu pengusaha tob di negeri ini, dia adalah pengusaha properti yang telah membangun banyak properti hunian di banyak kota. Memang namanya tidak setenar Ciputra, Trihatma, atau Rudy Margono, namun nama Cipto dengan bendera grup Nusuno tidak dapat dipandang sebelah mata, banyak proyek kelas menengah yang digarapnya dengan aset rata-rata Rp800 miliar.

Di balik kesederhanaannya itu, ternyata Cipto adalah sosok yang workaholic. Kelahiran Jakarta, 3 April 1967, ini mengungkapkan, seandainya dalam sehari ada 36 jam, ia akan lebih banyak mencurahkan waktu untuk bekerja. Baginya, hidup ini adalah bekerja, bekerja dan bekerja. Dengan kegigihannya itulah, tak mengherankan, ia menjadi orang sukses. Meski tidak dilahirkan dari kalangan keluarga pebisnis, ia mampu membuktikan dirinya bisa menjadi entrepreneur yang cukup diperhitungkan.

Lulusan Sastra Inggris Universitas Nasional, Jakarta, ini sempat mengajar bahasa Inggris di lembaga kursus LIA dan LPIA. Namun, akhirnya ia pindah jalur menjadi entrepreneur.Ketika memulai bisnis, ia menjadi kontraktor, dan kemudian berkembang menjadi developer kini telah membangun tak kurang dari 9 proyek hunian di Jabodetabek. Selain itu, ia memiliki bisnis institusi keuangan (bank perkreditan rakyat/BPR), lembaga pendidikan, minimarket, pabrik cat, toko material bangunan dan percetakan. Cipto menegaskan ”di dunia ini tidak ada orang bodoh atau pintar. Yang ada hanyalah orang malas dan rajin. Dan saya merasa tidak malas, sehingga semua pekerjaan bisa dikerjakan oleh orang yang tidak malas”. Ia menambahkan, kunci suksesnya terletak pada tiga hal: kerja keras, fokus pada pekerjaan, plus hoki.

Perjalanan bisnisnya bermula tahun 1990. ”Nusuno itu diambil dari nama tiga orang pendirinya,”ujarnya. Saat usianya 23 tahun, ia bersama dua temannya, Nuzulul Haque dan Danardono, mendirikan Nusuno yang awalnya membidangi jasa kontraktor dan konsultan perencanaan bangunan. Kebetulan kedua temannya yang dulu sama-sama sekolah di SMP 42, Jakarta Selatan. Dengan bergulirnya waktu Nusuno lambat laun menjadi besar yang rata-rata mengerjakan proyek senilai Rp 4-5 miliar dalam sebulan. Dalam perjalanannya, kedua teman Cipto tersebut tidak aktif dalam pengelolaan perusahaan. Sehingga, dialah yang menjadi nahkoda Nusuno dan selanjutnya menjadi pemilik tunggal.

Setelah sukses menggeluti bisnis kontraktor, Cipto tergiur menjajal bisnis properti. Mula-mula ia melakukan jual-beli tanah dan membangun ruko kecil-kecilan. Tak disangka, setiap transaksi selalu untung. Permodalan diambil dari keuntungan jasa kontraktor sebelumnya. Sayang, masa-masa emas mencetak duit itu tidak berlangsung lama. Tahun 1997, akibat badai krisis moneter, Nusuno limbung dan sempat terlilit utang Rp 15 miliar.

Boleh dibilang, setelah 1997 itu bisnis Nusuno masih kembang-kempis. Sampai akhirnya Dewi Fortuna datang lagi pada tahun 2000-an. Tepatnya, tahun 2004-06, saat booming dunia properti. Momentum itu tidak disia-siakan Cipto dengan memberanikan diri membangun perumahan.

Tahun 2004, Nusuno meluncurkan proyek properti perdana dengan skala medium. Namanya, Perumahan Puri Bintara di Bekasi seluas 6 hektare. Jenis rumah yang dipasarkan mulai dari tipe 64 dengan harga Rp 215 juta/unit. Lagi-lagi Cipto dinaungi hoki: dalam tempo 1,5 tahun, 300 unit rumah ludes diserap pasar. Tak puas cuma menangani Puri Bintara, ia kembali meluncurkan proyek baru bernama Bintara Estate di Bekasi juga. Di atas lahan seluas 1 ha itu, ia membangun town housesebanyak 60 unit dengan harga Rp 250-700 juta tiap unit, yang juga banyak diminati konsumen.

Cipto makin ketagihan membangun beberapa proyek permukiman. Maka, ia pun kemudian membangun Puri Juanda Regency di Bekasi Timur sebagai proyek ketiga. Dengan lahan 6 ha, perumahan itu terdiri atas 266 unit rumah dan banderolnya Rp 130 jutaan per unit. Proyek keempatnya, Puri Pakujaya. Perumahan yang berlokasi di Tangerang itu menempati lahan 2,2 ha dan terdiri atas 97 unit rumah tipe 39 seharga Rp 70 juta/unit. Sementara proyek perumahan kelima adalah Puri Kranji Regency di Bekasi, sebanyak 260 unit dengan luas tanah 4 ha.

Kendati sudah memiliki lima proyek perumahan di Bekasi dan Tangerang dengan skala menengah, Cipto masih haus ekspansi. Sasaran berikutnya adalah membangun perumahan kota mandiri yang menyedot dana lebih gede. Ada dua proyek terbaru: Grand Valley Residence di Depok seluas 33 ha dengan investasi Rp 1,3 triliun, dan kota mandiri Kalimalang Epicentrum seluas 21 ha dengan investasi Rp 800 miliar.

Bisnis apartemen juga dibidik Cipto. Sejauh ini setidaknya dua proyek apartemen telah dikembangkan Nusuno. Pertama, Apartemen Square Garden di Cakung, Jakarta Timur. Apartemen ini memiliki empat tower; satu tower terdiri atas 124 unit dengan harga Rp 109 juta/unit. Yang kedua, Apatermen Eastonia di Jatiwaringin, Pondok Gede, yang berdiri di atas lahan seluas 3 ha.

Mitra bisnis Cipto menilai Nusuno adalah the rising star. Hendra Bujang, misalnya, menganggap Cipto sebagai pengusaha yang punya kemauan keras. “Visi-misi bisnisnya sangat bagus. Saya optimistis Nusuno akan lebih maju dan menjadi the rising star jika tidak ada krisis lagi,” tutur Associate Director Danpac Asset Management itu memuji. Sebelumnya Danpac adalah advisor Nusuno dalam menangani restrukturisasi dan pengembangan bisnis.

Sejauh ini Danpac baru pertama kali melakukan sinergi pembiayaan. Kerja sama yang dilakukan adalah membiayai proyek Apartemen Eastonia senilai Rp 40 miliar. Adapun total nilai proyek Rp 70-90 miliar. ”Kami tertarik bekerja sama dengan Nusuno karena banyak potensi. Nusuno juga telah proven lolos dari krisis global. Pertimbangan lain, sektor bisnisnya terkait dengan kebutuhan riil masyarakat, seperti properti, lembaga pendidikan, minimarket dan kesehatan,” Hendra menguraikan.

Hendra juga mengkritik Nusuno. Sebagai private company, kekuasaan masih berpusat di tangan pemilik. Padahal, di luar banyak peluang bisnis yang harus segera ditangani, sehingga prosesnya agak sulit. Jadi, di level manajemen, ia menyarankan, perlu limit tertentu pada kebijakan Cipto. Dengan demikian, sebagian kewenangan penting didelegasikan ke para profesional. Untuk itu, pola manajemen kekeluargaan mesti dirombak.

Semangat Ki Hadjar Dewantara

March 21, 2009 by admin  
Filed under Artikel

Ki hajar dewantara, sosok tokoh yang dikenal sebagai Bapak Pendidikan yang memajukan pendidikan di Indonesia. Lahir di Yogyakarta pada tanggal 2 Mei 1889. Lahir dengan nama Raden Mas Soewardi Soeryaningrat. Ia berasal dari keluarga keraton Yogyakarta. Raden Mas Soewardi Soeryaningrat juga aktif dalam Organisasi sosial dan politik. Organisasi ini  didirikan bersama Douwes Dekker dan dr.Cipto Mangoenkoesoemo.

Ajaran kepemimpinan Ki Hajar dewantoro yang sangat populer di kalangan masyarakat adalah Ing Ngarso Sun Tulodo, Ing Madyo Mbangun Karso, Tut Wuri Handayani. Yang pada intinya bahwa seorang pemimpin harus memiliki ketiga sifat tersebut agar dapat menjadi panutan bagi bawahan atau anak buahnya.

Ing Ngarso Sun Tulodo artinya : ing ngarso itu terdepan/dimuka, sun berasal dari kata Ingsun yang artinya saya, Tulodo artinya tauladan. jadi makna Ing Narso Sun Tulodo adalah menjadi seorang pemimpin harus memberikan suri tauladan bagi bawahan atau anak buahanya.

Demikian pula dengan kata Tut Wuri Handayani, Tut Wuri artinya mengikuti dari belakang dan handayani berarti memberikan dorongan moral atau dorongan semangat. dorongan ini sangat di butuhan oleh bawahan, karena paling tidak hal ini dapat membutuhkan motifasi dan semangat kerja.

Beliau meninggal dunia pada tanggal 28 April 1959 di Yogyakarta dan dimakamkan disana. Sebagaiwujud melestarikan nilai-nilai semangat perjuangan Ki Hajar Dewantara oleh pihak penerus perguruan Taman siswa didirikan Museum Dewantara Kirty Griya, Yogyakarta.

Ketika Masa orde lama beliau menjadi Menteri Pendidikan, Pengajaran dan Kebudayaan. Ki Hajar Dewantara dekat dengan rakyat, cinta kemerdekaan dan bangga atas budaya bangsanya sendiri. Tindakan Ki Hadjar Dewant iti dilatarbelakangi kecintaannya kepada rakyat.

Dipilihnya bidang pendidikan dan kebudayaan sebagai medan perjuangan tidak lepas dari “strategi” melepaskan diri dari belenggu penjajah. kita sebagai generasi muda selayaknya menyambut perjuangan beliau dan melanjutkan cita-citanya untuk mamajukan pendidikan diindinesia.

Melihat semakain hari realitas pendidikan kita semakin tidak merakyat menurut Ki Hadjar Dewantara, tak selayaknya kita berdiam diri, apalagi dizaman yang serba ada ini, mesti sepertinya generasi muda mampu selangkah lebih maju dari tokoh-tokoh yang telah mendahuluainya  seperti Ki Hadjar Dewantara sehinga di masa yang akan datang akan mampu memperbaiki dan menyempurnakanya.

GoogleOS: What To Expect

March 17, 2009 by admin  
Filed under Berita

Written by Emre Sokullu and edited by Richard MacManus.

There’s no such thing as the GoogleOS in reality – but despite that, it is one of the most talked about Web products. People can’t stop discussing it – and even imagining screenshots for it! Seems like everyone expects Google to get into direct competition with Microsoft, by releasing an operating system. However Google refuses such claims and even makes fun of this kind of buzz. Nevertheless we decided to analyze where Google may be heading with their product strategy – and from that determine what are the chances of a GoogleOS.

Possibilities

We see 3 scenarios for a GoogleOS:

  • A web based desktop (i.e. operating system)
  • A full featured Linux distribution
  • A lightweight Linux distro and/or BIOS

We’ll try to explain each of these in detail – then in the conclusion, make our prediction. What’s more, we think this could be less than 6 months away from happening.

Read more

UGM Peringkat 57 Webometrics se-Asia

March 1, 2009 by admin  
Filed under Berita

Peringkat webometrics Universitas Gadjah Mada naik ke posisi 57 se-Asia di awal tahun 2008 ini. Pada tahun 2007 UGM berada di peringkat 95 dan 100 pada tahun 2006. Webometrics adalah pengukuran kualitas website lembaga pendidikan yang berdasarkan pada:

Size (besarnya volume informasi), Visibility (banyaknya link yang termuat pada search engine dan link yang dimuat/ dirujuk oleh website lain), Rich files (banyaknya ragam format dokumen relevan yang ada pada website), dan Scholar (banyaknya informasi publikasi ilmiah yang dimuat pada Google Scholar).

Pemeringkatan dapat dilihat di: http://www.webometrics.info/top100_continent.asp?cont=asia

UGM – MANDIRI INVESTA

March 1, 2009 by admin  
Filed under Berita

UGM telah mencanangkan visinya untuk menjadi world class research university yang berorientasi kerakyatan. Untuk mewujudkan tujuan tersebut, tidak hanya dibutuhkan komitmen dari segenap keluarga UGM, tetapi juga diperlukan kerjasama dari berbagai pihak, baik pemerintah, sesama institusi pendidikan, maupun dunia industri baik lokal, nasional maupun internasional. Salah satunya adalah melalui produk Reksa Dana Mandiri Investa UGM (RD MI-UGM). Kerjasama ini menggaet PT Mandiri Manajemen Investasi sebagai manajer investasi dan Bank Mandiri sebagai distributor.

Kerjasama UGM dan Mandiri Investasi Luncurkan Reksa Dana Saham MANDIRI INVESTA UGM

Direktur Utama PT Bank Mandiri Tbk Agus Martowardojo (kedua dari kanan) didampingi Presdir PT Mandiri Manajemen Investasi Abiprayadi Riyanto (kanan) memberi penjelasan manfaat produk Reksa Dana Mandiri Investa UGM kepada Gubernur Bank Indonesia Boediono (kedua dari kiri) yang merupakan alumni sekaligus dosen Universitas Gadjah Mada (UGM) dan Wakil Rektor Senior bidang Administrasi, Keuangan, dan SDM UGM Prof Ainun Naoim PhD (kiri) saat peluncuran produk Reksa Dana Mandiri Investa UGM di Jakarta, Kamis (19/6). Produk tersebut merupakan kerja sama Mandiri Manajemen Investasi, Bank Mandiri, dan UGM. (sumber: Darlina Firstama dan Investor Daily, 20 Juni 2008)

Sebagian dana investasi RD MI-UGM akan disumbangkan ke UGM setiap bulan. Semakin besar dana investasi akan semakin besar pula jumlah dana yang terhimpun untuk disumbangkan ke UGM.

Produk Reksa Dana saham dengan target komposisi minimum 80% dan maksimum 100% pada efek ekuitas yang ditawarkan melalui penawaran umum dan atau dicatatkan di Bursa Efek; dan minimum 0% dan maksimum 20% pada efek bersifat utang; serta minimum 0% dan maksimum 20% pada instrumen pasar uang. ini diyakini bisa memberi manfaat bagi investor dan masyarakat secara umum dengan adanya kinerja yang kompetitif yang dikelola oleh manajer investasi profesional.

Produk ini dipilih karena minat investor untuk berinvestasi di Reksa Dana Saham masih tinggi. Bercermin pada pengalaman di tahun 2005 dimana kondisi ekonomi Indonesia mirip seperti saat ini. Pada waktu itu, Indonesia juga mengalami tekanan inflasi yang tinggi dan pemerintah dihadapkan pada pilihan untuk menaikkan harga BBM. Pasar sempat mengalami penurunan sebelum dan sesaat setelah kenaikan harga BBM, namun kemudian mengalami dinamika kenaikan. Investor yang berinvestasi pada waktu tersebut berhasil membukukan keuntungan yang relatif baik pada tahun-tahun berikutnya.

Bagi yang berminat, produk ini bisa didapatkan di semua cabang Bank Mandiri. Sosialisasi produk ini sudah diawali dengan press conference tanggal 19 Juni 2008 yang lalu di Jakarta, ditujukan kepada masyarakat umum dan keluarga besar UGM.

Didukung oleh keluarga besar UGM, terutama ikatan alumni yang memiliki ikatan kuat, diyakini produk Reksa Dana Saham ini memiliki potensi yang baik. Selain itu, kerja sama ini sekaligus merupakan edukasi untuk membentuk masyarakat berpola investasi (investing society).?

Untuk detail produk dapat klik di:
http://mandirinvestasi.co.id/index.php?page=content&id=242

Sumber : http://kagama.org/2008/07/03/ugm-luncurkan-reksa-dana-saham-mandiri-investa-ugm/#more-40

DIES EMAS ITB

March 1, 2009 by admin  
Filed under Events

ITB Memandu Masa Depan Bangsa untuk Mewujudkan Daya Saing Bangsa melalui Keunggulan Teknologi.

Agenda Kegiatan Dies Emas ITB

* Open House (27-28 Februari 2009)
* Sidang Terbuka ITB Dies ITB ke-50 (2 Maret 2009)
* Pameran (2-7 Maret 2009)
* Seminar Nasional Energi dan Lingkungan (4-5 Maret 2009)
* Kongres Luar Biasa/Rakernas Ikatan Alumni ITB (6 Maret 2009)
* Temu Alumni ITB (7 Maret 2009)
* Opera Ganesha (8 Maret 2009)
* Perayaan Hari Pendidikan Nasional di ITB (3 Mei 2009)
* Konferensi Internasional (15-20 Juni 2009)
* Upacara peringatan 89 Pendidikan Tinggi Teknik Indonesia (3 Juli 2009)

sumber : http://www.itb.ac.id/dies50/

Deddy Mizwar Wajah Baru, Tapi Bukan Capres Alternatif

March 1, 2009 by admin  
Filed under Berita

Jakarta – Detik.Com

Keberanian sutradara sekaligus aktor kawakan Deddy Mizwar mencalonkan diri sebagai capres mengundang decak kagum banyak pihak. Namun, kehadiran Deddy dalam bursa capres bukanlah sebagai tokoh alternatif.

“Deddy memang wajah baru, tapu bukan tokoh alternatif,” kata Ketua Pedoman Indonesia Fadjroel Rahman, saat dihubungi, Minggu (1/3/2009).

Deddy selama ini dinilai belum pernah mengemukakan ide-ide progresif tentang sistem kebangsaan, terutama ekonomi. Program yang ditawarkan Deddy, tidak jauh berbeda dengan calon-calon terdahulu.

Meski begitu, Fadjroel tidak setuju dengan anggapan Deddy hanya mencari sensasi. Fadjroel mengaku menyambut positif dengan pencalonan Deddy.

“Dia sedang memperjuangkan hak-hak politik yang dimilikinya,” jelasnya.

Sayangnya, Deddy dianggap telat dalam mendeklarasikan dirinya. Seharusnya sekitar tiga bulan lalu, Deddy lebih berani maju. Dengan waktu pemilu yang tidak lama lagi, mesin politik Deddy harus benar-benar bekerja ekstra keras.

“Tim nya harus kerja keras,” pungkasnya.

sumber : http://pemilu.detiknews.com/read/2009/03/01/103747/1092263/700/deddy-mizwar-wajah-baru-tapi-bukan-capres-alternatif