Hendrie Adji Kusworo: Pembangunan Pariwisata Jangan Hanya Berorientasi pada Target Ekonomi

May 29, 2009 by admin  
Filed under Tokoh

Sampai saat ini, isu utama dalam pembangunan pariwisata Indonesia masih berkutat pada perumusan kebijakan untuk menjadi tuan rumah yang baik dan bukan menjadi wisatawan yang baik. Dengan kata lain, bangsa ini masih menggunakan paradigma pembangunan pariwisata konvensional yang lebih berorientasi pada pertumbuhan ekonomi dan cenderung menempatkan masyarakat hanya sebagai bagian dari proses penyediaan produk pariwisata. Padahal, masyarakat merupakan pihak yang semestinya difasilitasi untuk memperoleh pengalaman berwisata.

“Sesungguhnya, masyarakat juga berhak untuk mendapatkan fasilitas serta layanan berwisata untuk memperoleh pengalaman berwisata,” tutur Drs. Hendrie Adji Kusworo, M.Sc., Kamis (28/5), di Gedung Masri Singarimbun, Magister Studi Kebijakan UGM.

Pola pikir dan aktivitas pembangunan pariwisata Indonesia hanya memberikan perhatian pada target ekonomistik. Kesejahteraan dipandang akan secara otomatis tercipta apabila target tersebut tercapai. “Selama ini, pariwisata selalu dipandang sebagai cara untuk memperoleh pemasukan, sementara kesejahteraan dinomorduakan. Semuanya diukur dengan uang dan kesejahteraan dianggap belum begitu penting. Semestinya pariwisata ditempatkan sebagai fenomena kemanusiaan, bukan hanya target ekonomi semata,” tandas Hendrie.

Dalam seminar bertajuk “Pariwisata untuk Kesejahteraan” Hendri mengatakan bahwa pembangunan pariwisata yang mengintegrasikan aspek ekonomi dan nonekonomi dalam paradigma manusia-pasar-pariwisata merupakan agenda strategis pembangunan pariwisata nasional di masa mendatang. Agenda-agenda nonekonomi seharusnya mendapatkan perhatian serius di dalam pengembangan pariwisata nasional. Dengan begitu, aspek nonekonomi justru akan ikut meningkatkan nilai ekonomi dan sebaliknya. Peran masyarakat tidak lagi dilihat sebagai bagian dari operasi kekuasaan pencapaian target perolehan devisa, tetapi merupakan keharusan dalam mekanisme yang didasarkan pada prinsip-prinsip partnership, kolaborasi, dan demokrasi untuk mencapai tujuan pembangunan pariwisata yang diperluas.

“Bagaimanapun, tujuan penyelenggaraan pariwisata nasional adalah kesejahteraan masyarakat, maka memfasilitasi masyarakat untuk mendapatkan pengalaman berwisata juga merupakan sebuah kebutuhan,” kata staf pengajar Jurusan Sosiatri Fisipol UGM ini.

Disampaikan Hendrie, selama ini orientasi utama pembangunan pariwisata adalah pengumpulan devisa karena pada umumnya pariwisata dipahami sebagai paspor pembangunan. Namun, kini orientasi baru pembangunan pariwisata adalah kesejahteraan dalam konteks pembangunan masyarakat. Pada level ini mengintegrasikan aspek ekonomi dan non-ekonomi, menyusun indeks komposit yang dapat mengukur keberhasilan pembangunan pariwisata secara komperehesif, dan merumuskan strategi serta implementasi program solutif merupakan sebuah keharusan yang tidak dapat ditunda lagi. (Humas UGM/Ika)

Sumber : www.ugm.ac.id/index.php?page=rilis&artikel=2058

Mendidik Mahasiswa Merencanakan Bisnis

May 27, 2009 by admin  
Filed under Berita

imagephp1ITS menggelar pelatihan kepada para pemenang business plan yang bekerjasama dengan dikti. Pelatihan yang berlangsung selama dua hari kemarin mengulas seluk beluk tentang bisnis. Materinya beragam, mulai dari motivasi berbisnis sampai pada perhitungan teknis dalam menjalankan bisnis.

Gedung Perpustakaan, ITS Online – Pada hari pertama peserta yang merupakan mahasiswa dari berbagai jurusan di ITS ini diberi materi tentang bagaimana cara penilaian kemampuan diri untuk berbisnis. Mereka diberi kuisioner yang berisi pertanyaan tentang keyakinan diri serta hambatan yang mungkin akan muncul pada saat pelaksanaannya nanti.

“Isi dengan jujur, kuisioner ini nantinya bisa jadi acuan dosen pembibing bisnis anda untuk membimbing anda nantinya,” ujar Ir Lantip Trisunarno MT, salah satu dosen yang berkecimpung dalam program kerja technopreneurship. Selain Lantip, dua dosen lainnya yaitu Drs Soehardjupri Msi serta Drs. M. Zainul Asrori, M.Si juga turut membimbing pada pelatihan ini.

Selain belajar bagaimana melihat kemampuan diri di dunia bisnis, para peserta selanjutnya juga belajar bagaimana menguji ide bisnis mereka. Kemudian dilanjutkan dengan rencana pemasaran serta bagaimana menghitung biaya produksi dan jasa per unit.

Salah satu topik yang paling penting tentang bagaimana cara menghitung biaya produksi per unit yang akan mereka jual. Bahasan ini langsung dipaparkan oleh John Hardy yang seorang praktisi dalam bidang konsultan pengembangan bisnis mikro. John menekankan ketika menghitung biaya produksi, pelaku bisnis harus mampu merinci pengeluaran mereka sedetail mungkin.

“Biaya produksi tersebut bisa kita bagi menjadi biaya langsung, serta tak langsung,” ujar John. Dalam biaya langsung tersebut termasuk biaya menggaji pegawai serta pemilik usaha.”Usahakan masalah uang dibicarakan diawal antar anggota kelompok anda,” tambah John.(yud/bah)

Sumber :  www.its.ac.id/berita.php?nomer=5699

Andina Putri Badri, Mahasiswa Berprestasi ITB 2009

May 27, 2009 by admin  
Filed under Berita

tn_1243305396BANDUNG, itb.ac.id – “Aku sangat bersyukur kepada Allah SWT, karena menurut aku ini semua berkah dari-Nya, yang paling berkah sih waktu liat betapa senengnya mama sama papa, bener-bener can’t be described by words”. Demikian Andina berkomentar atas terpilihnya ia sebagai peraih Ganesha Prize 2009. Sederhana namun lugas.

Andina Putri Badri, dara kelahiran Jakarta, 30 Agustus dua puluh tahun silam ini merupakan mahasiswi SBM pertama yang berhasil meraih predikat Mahasiswa Berprestasi ITB.

Menilik cv-nya, gelar juara berbagai kompetisi debat bahasa Inggris telah Andina kantongi. Dua diantaranya adalah ALSA & FHUI National Presenting Idea Competition dan Human Rights National Presenting Ideas Al-Azhar University & United Nation. Tak hanya jago debat, delegasi Indonesia dalam World Creative Forum 2009, Philipines dan ASEAN +3 Youth Forum 2008, Singapore ini juga pernah sibuk sebagai penyiar radio, contributor artikel majalah remaja, hingga public relation suatu EO.

Bahkan, Duta GKN (Gerakan Kebangkitan Nasional) ITB 2008-2009 ini juga sempat menjabat sebagai Vice President of Corporate Communication Satoe Indonesia 2007-2008. Satoe Indonesia merupakan organisasi nirlaba bentukan mahasiswa SBM ITB yang didirikan untuk mewadahi kegiatan-kegiatan pengembangan masyarakat.

Berbicara mengenai kesiapaannya berkompetisi di tingkat nasional, Andina mengaku sedang giat mempersiapkan dokumen pendukung, memperkaya wawasan dengan banyak membaca jurnal, serta persiapan mental. “Aku gak mau terlalu tegang sih, intinya nanti menikmati aja prosesnya sambil tetap melakukan yang terbaik”, ujar Andina.

Bagi Andina berkuliah di SBM ITB membuka kesempatan untuk bertemu dengan orang-orang yang menginspirasi hidupnya. Selama di ITB dirinya banyak belajar tentang determinasi, kegigihan, semangat, kemampuan bekerjasama serta melakukan hal-hal yang menjadi hobinya.

Tentang masa depan, selepas kuliah Andina ingin bekerja untuk menimba pengalaman sebelum akhirnya terjun membuka bisnis pribadi. “It doesn’t matter how many times you fail, or how many times people bring you down, what really matter is how strong you can bring your self up”, demikian dirinya berprinsip.

Sumber : www.itb.ac.id/news/2452.xhtml

Unpad Job Expo 2009: “New Career, New Hope”

May 27, 2009 by admin  
Filed under Events

Tanggal Pelaksanaan: Selasa 9 Juni – Kamis 11 Juni 2009
Waktu: 9.00 WIB
Tempat: Grha Sanusi Hardjadinata Unpad Jln. Dipati Ukur 35 Bandung

Deskripsi:

Unpad menyelenggarakan Job Expo 2009 yang menghadirkan sejumlah perusahaan terkemuka, di antaranya:
-    Telkomsel
-    Bank Rakyat Indonesia
-    Garuda Indonesia
-    TV One
-    IM2
-    Bank Danamon
-    Bank Mega
-    Asuransi Bumiputera Muda 1967
-    Century Health Care
-    PT Lion Superindo
-    Axa Sercices Indonesia
-    Bank Saudara
-    Gramedia
-    Jaya Konstruksi
-    PT Mitra Integrasi Komputindo
-    dan perusahaan terkemuka lainnya.

Biaya Masuk: Rp 10.000
Terbuka untuk umum.

Pre Event (terbatas hanya untuk alumni Unpad)
Senin, 8 Juni 2009, pukul 08.00 – 12.00
Gedung Pascasarjana Unpad Lantai 2, Jln. Dipati Ukur 35 Bandung

Training “Kiat-Kiat Merebut Peluang Kerja” oleh Konsultan HRD:
1.    Nourma Reytha, S.Psi., MM.
2.    Hari Setyowibowo, S.Psi., MM.
3.    Dra. Rja Dewi Eryani, M.Pd.

Pendaftaran dilakukan mulai 25 Mei – 4 Juni 2009 dengan mengirimkan CV ke:
-    Sekretariat IKA Unpad, Jln. Tubagus Ismail Raya No. 32 Bandung
-    Bagian Biro Kemahasiswaan Unpad, Jln. Dipati Ukur 35 Bandung
-    Email: csic.unpad@yahoo.com

Contact Person:
Novi (0856 9149 3905)

Sumber :  www.unpad.ac.id/agenda/unpad-job-expo-2009-“new-career-new-hope”/

Boediono : Regulasi Pejabat Yang Berbisnis Harus Jelas

May 27, 2009 by admin  
Filed under Tokoh

Boediono, calon wakil presiden dari koalisi Partai Demokrat,  selasa malam kemarin menjadi nara sumber dalam acara Obrolan Langsat dengan Tema “Boediono Menjawab”. Beliau menjelaskan adanya irisan antara pengusaha dan pejabat sangat erat. Ini tidak hanya terjadi di negara berkembang, tapi juga di negara maju.

71256_obrolan_langsat___boediono_thumb_300_225“Yang baik itu pejabat tidak punya bisnis,” kata Boediono saat temu Blogger di Warung Wedangan Wifi, Jalan Langsat 1, Kebayoran Baru, Jakarta, Selasa malam, 26 Mei 2009. “kalau pebisnis terpakasa menjabat, atau sebaliknya berarti harus diikuti dengan penerbitan regulasi yang jelas dan tegas.”

Boediono menjelaskan jika terpilih nantinya akan membuat regulasi yang mengatur bisnis bagi pejabat dan juga sebalinya. Aturan ini akan memberi batasan yang jelas dan tegas.

Boediono juga mengatakan, dalam pengadaan barang dan jasa pemerintah harus dilakukan transparan dengan didukung dengan sistem yang juga transparan, hal inilah yang dijelaskan Boediono dalam menjawab pertanyaan salah satu penanya. “Ini untuk menghindari benturan kepentingan pada pejabat yang memiliki bisnis” tegasnya.

Cum Laude dengan IPK 3,99, Elza Syarief Ingin Kembangkan Ilmu Hukum

May 26, 2009 by admin  
Filed under Berita

[Unpad.ac.id, 26/05] Pengacara terkenal Elza Syarief yang meraih gelar doktor pada 13 Februari silam mengaku lega dan senang melewati seluruh prosesi Wisuda Gelombang III Tahun Akademik 2008/2009 di Grha Sanusi Hardjadinata Unpad, Bandung, Selasa (26/05). Elza mengatakan bahwa gelar doktor yang disandangnya tersebut menuntut tanggung jawab yang besar dalam mengembangkan ilmu yang ditekuninya saat ini.

Elza Syarief (Foto: Tedi Yusup)

Elza Syarief (Foto: Tedi Yusup)

“Penelitian yang saya lakukan sangat erat kaitannya dengan bidang ilmu yang saya jalani selama menjadi pengacara. Saya merasa memiliki tanggung jawab untuk mengembangkan ilmu yang saya pilih itu,” ujar wanita kelahiran 1957 ini saat ditemui usai pelaksanaan wisuda.

Elza mengungkapkan bahwa pemilihan Unpad sebagai tempatnya menimba ilmu program pascasarjana melalui pertimbangan tersendiri. Istri Laksda TNI (Purn.) H. Yuswaji, S.IP., MBA. ini mengatakan bahwa dalam mentranfer ilmu, dosen-dosen di Unpad selalu datang ke kelas dan tidak pernah mewakilkan kehadirannya pada dosen lain. Dengan demikian, ujar Elza, ilmu tersebut diperolehnya dari seorang yang memang profesional di bidangnya. “Jadi, langsung dari pakarnya,” ujar Elza yang belakangan turut aktif berpolitik bersama Partai Hanura.

Kesibukannya sebagai pengacara ternyata tidak menghalangi wanita pemilik Konsultan Hukum “Elza Syarief and Partners” itu untuk meraih predikat cum laude, dengan indeks prestasi kumulatif (IPK) 3,99. Ketika ditanya mengenai hal ini, Elza mengatakan bahwa dalam mengerjakan sesuatu dirinya selalu bersungguh-sungguh. Ia mengaku bahwa praktik hukum yang ia tekuni selama ini memberikan wawasan sehingga dapat lebih mudah memahami ilmu yang diberikan dalam pendidikan doktoralnya.

Wanita yang pernah mendapat Anugerah Kharisma Kartini Indonesia 1999 itu kini juga semakin sibuk karena tergabung dalam anggota tim kampanye salah satu pasangan capres/cawapres yang akan berkompetisi dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) Republik Indonesia 2009. Menurutnya, dunia politik perlu dilakukan secara demokratis. Hukum, tambah Elza juga harus berperan dalam politik, sehingga kecurangan dalam pemilihan umum tidak perlu terjadi. “Hukum harus jadi panglima di suatu negara,” ungkap pengacara yang namanya mulai berkibar sejak dipercaya menangani kasus putera bungsu mantan Presiden Soeharto. (eh)*

Sumber :  www.unpad.ac.id/berita/cum-laude-dengan-ipk-399-elza-syarief-ingin-kembangkan-ilmu-hukum/

“Super Motivasi” Unpad Dorong Peningkatan Kualitas SDM

May 26, 2009 by admin  
Filed under Berita

[Unpad.ac.id, 26/05] Program bimbingan belajar gratis bagi lulusan Sekolah Menengah Atas (SMA) dan pelajar kelas XII di wilayah Jatinangor, “Super Motivasi”, resmi dibuka oleh Pembantu Rektor Bidang Akademik, Prof. Dr. Husein Hernadi Bahti yang mewakili Rektor Unpad, Senin (25/05) di Aula Gedung Pusat Pelayanan Basic Science (PPBS), Jatinangor. Kegiatan yang merupakan bagian dari social responsibility Unpad itu dihadiri Anggota DPRD Kabupaten Sumedang, Dudi Supardi, ST., Camat Jatinangor, Pujianto, B.A., Ketua Karang Taruna Kecamatan Jatinangor, Agus Purwanto, dan sekira 88 pelajar SMA.

Foto bersama peserta "Super Motivasi", pihak Unpad, Camat Jatinangor, dan perwakilan DPRD Sumedang (Foto: Dadan T.)

Foto bersama peserta “Super Motivasi”, pihak Unpad, Camat Jatinangor, dan perwakilan DPRD Sumedang (Foto: Dadan T.)

Dalam sambutannya Prof. Husein mengatakan kepada peserta program “Super Motivasi” bahwa kesempatan itu harus dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya. Hal ini mengingat ketatnya persaingan dalam Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN). “Tahun lalu lebih dari 50 ribu peserta ujian mendaftar ke Unpad dan hanya sekira 3.800 orang yang lolos atau hanya tujuh hingga delapan persen. Itu artinya persaingan masuk PTN saat ini sangat ketat,” ujar Prof. Husein.

Ia menambahkan, peserta “Super Motivasi” sebaiknya tidak memaksakan diri memilih program studi yang sangat ketat persaingannya hanya karena gengsi. Dalam memilih program studi, peserta juga perlu memperhitungkan kemampuan yang dimilikinya dengan memilih program studi yang lebih longgar persaingannya namun tetap sesuai dengan minat yang ada dalam dirinya.

Sementara itu Camat Jatinangor, Pujianto, B.A. menyampaikan ucapan terima kasihnya atas upaya Unpad dalam peningkatan kualitas pendidikan pelajar SMA yang bertempat tinggal di kawasan Jatinangor. Ia mengharapkan bahwa melalui program ini dapat melahirkan para intelektual dari Jatinangor, khususnya di bidang pertanian, peternakan, kesenian, dan lain-lain.

PR I Unpad memberikan kepada salah satu peserta sebagai simbolisasi dimulainya kegiatan "Super Motivasi" (Foto: Dadan T.)

PR I Unpad memberikan buku kepada salah satu peserta sebagai simbolisasi dimulainya kegiatan “Super Motivasi” (Foto: Dadan T.)

Anggota DPRD Kabupaten Sumedang, Dudi Supardi, ST. mengatakan bahwa program “Super Motivasi” cukup menjawab kebutuhan dalam meningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) masyarakat Jatinangor. Apalagi, tambah Dudi, Wakil Bupati Sumedang telah memberikan respon positif terhadap program ini. Namun, ia menyayangkan turunnya peserta program ini dari tahun-tahun sebelumnya. “Masalah ekonomi masih membebani masyarakat Jatinangor, sehingga kebanyakan dari mereka memilih langsung bekerja setelah lulus SMA ketimbang melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi,” ungkap Dudi.

Menurut Ketua Pelaksana “Super Motivasi”, Ace T. Hidayat, M.Si., MM., pelaksanaan program bimbingan belajar gratis tahun ini akan dilakukan dengan lebih ketat sehingga setiap peserta mengikuti secara penuh program ini. Ace menginginkan jumlah peserta pada awal program dapat bertahan hingga berakhir pada 27 Juni mendatang. Untuk itu, pihaknya bekerja sama dengan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Unpad yang bertugas sebagai kakak pembimbing peserta.

“Pada awal pelaksanaan program ini dari 100 peserta yang ada hanya 60 orang yang mengikuti hingga akhir. Tahun lalu peserta yang ikut hingga akhir hanya 65 orang. Nah, tahun ini kami ingin semua peserta dapat mengikuti program ini hingga tuntas. Dari hasil evaluasi, mereka yang lulus seleksi adalah peserta yang serius dengan datang setiap hari dan mau mengikuti petunjuk pembimbing dalam memilih fakultas yang sesuai dengan kemampuan mereka,” ujar Ace.

Peserta “Super Motivasi” asal SMA Al-Jawami, Aning Karwati menyambut baik kegiatan ini. Ia yang bercita-cita dapat lolos ke Fakultas Ilmu Komunikasi atau Fakultas Ekonomi Unpad ini berharap dapat ikut termotivasi dalam belajar. Tak jauh berbeda dengan Aning, peserta asal SMA Negeri 1 Jatinangor, Erik Setiawan mengaku akan menggunakan kesempatan tersebut untuk berjuang agar lolos menjadi mahasiswa Unpad.  (eh)*

Sumber :  www.unpad.ac.id/berita/“super-motivasi”-unpad-dorong-peningkatan-kualitas-sdm/

Beasiswa AEC (Australian Education Centre)

May 26, 2009 by admin  
Filed under Beasiswa

Penawaran beasiswa Australian Education Centre (AEC), meliputi:

  • Endeavour Awards (dibuka dari 6 April – 31 juli 2009)
  • Australian Leaderships Awards (ALA) dibuka dari Maret s.d. 30 Juni 2009
  • Australian Development Scholarship (ADS) dibuka dari 15 Juni s.d. 4 September 2009

Bagi yang berminat dapat mengirimkan berkas pengajuan rankap 4 dikirim ke Kantor Urusan Internasional Universitas Gadjah Mada Paling lambat satu minggu sebelum penutupan masing-masing beasiswa. Informasi lebih lanjut silahkan baca di http://australianscholarships.gov.au/.

Sumber :  www.ugm.ac.id/index.php?page=infougm&artikel=258

Pengukuhan Prof. Sigit Supadmo: Memotong Garis Kemiskinan melalui Pembangunan Irigasi

May 26, 2009 by admin  
Filed under Tokoh

Sebagaimana negara yang baru merdeka, Indonesia dihadapkan pada banyak persoalan, terutama keamanan dan stabilitas politik, kemiskinan dan kekurangan pangan, serta kehancuran ekonomi. Keadaan tersebut ternyata juga berpengaruh terhadap pembangunan dan pengelolaan irigasi di Indonesia.

Pengukuhan Prof. Sigit Supadmo

Sejak tahun 1945 sampai dengan masa Orde Baru, hanya sedikit sistem irigasi yang dibangun. Sistem irigasi yang dibangun sejak zaman penjajahan Belanda pun banyak yang terlantar begitu saja. Akibat lebih jauhnya, Indonesia masih tetap menjadi negara pengimpor beras terbesar di dunia.

“Dengan mengacu fenomena-fenomena empiris yang muncul, maka pemerintah Orde Baru memfokuskan pembangunan sektor sumber daya air terutama pembangunan irigasi. Adapun maksud tujuan pembangunan ini adalah untuk memotong garis kemiskinan melalui peningkatan produksi pertanian,” kata Prof. Ir. Sigit Supadmo Arif, M.Eng., Ph.D. di Balai Senat UGM, Senin (25/5), saat dikukuhkan sebagai Guru Besar Fakultas Teknologi Pertanian UGM. Di hadapan Sidang Majelis Guru Besar (MGB) UGM, pria kelahiran Semarang, 16 Mei 1952, ini menyampaikan pidato berjudul “Mengembalikan Irigasi untuk Kepentingan Rakyat”.

Dikatakannya bahwa untuk untuk mencapai tujuan tersebut, pemerintah Orde Baru menempuh tiga strategi, yakni pembangunan infrastruktur, pemberian insentif pada petani, dan pengembangan institusi, termasuk penyusunan hukum perundangan dan organisasi pengelolaannya. Selain itu, sebagai bagian dari pengembangan institusi, pada tahun 1974 telah diterbitkan Undang-Undang tentang Pengairan sebagai pengganti aturan kolonial AWR 1936 dan menyusul kemudian penetapan Peraturan Pemerintah (PP) tentang Irigasi di tahun 1982.

“Kebenaran pelaksanaan strategi pembangunan tersebut dapat dilihat dari kecepatan pembangunan lahan beririgasi di Indonesia, sampai dengan tahun 1990 telah tercetak lebih dari 4,0 juta ha, yang hampir separuhnya terletak di Pulau Jawa,” katanya.

Meskipun pembangunan irigasi dilakukan berbasis pembangunan infrastruktur, secara normatif masalah pembinaan masyarakat juga menjadi perhatian pemerintah. Oleh karena itu, pada 1969 diterbitkan Instruksi Presiden tentang Pembentukan Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A) dan disusul dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri tentang Pembinaan P3A. Dengan demikian, secara legal berakhirlah peran ulu-ulu sebagai pengelola irigasi di aras tersier, juga ulu-ulu golongan tanam, dan digantikan oleh suatu organisasi petani.

Menurut Sigit Supadmo, hampiran yang dipakai dalam pengelolaan irigasi masa Orde Baru ini disebut sebagai manajemen produksi dengan mengedepankan monosentrisitas dan menjadikan pemerintah sebagai pelaksana manajemen irigasi di semua aras dan menentukan tujuan manajemen.

“Dengan demikian, manajemen irigasi secara keseluruhan akan bersifat manajemen produksi. Salah satu cirinya adalah pelaksanaan manajemen dengan fokus pada pendekatan teknis dan finansial. Namun, dengan segala kelebihan dan kekurangannya, Indonesia berhasil mencapai swasembada beras pada tahun 1984, di mana keberhasilan ini juga diuntungkan dengan adanya revolusi hijau,” ujar suami Tuti Mariam dan ayah dua anak, Ratri Kartikatingtyas dan Rahmad Amiluhurjati, ini. (Humas UGM).

Sumber :   www.ugm.ac.id/index.php?page=rilis&artikel=2041

SBM ITB Wakil Indonesia P&G ASEAN Business Challenge 2009

May 25, 2009 by admin  
Filed under Berita

tn_3-1241159313_senderREADY Team, yang salah satu anggotanya adalah Mahasiswi School of Business and Management (SBM ITB) angkatan 2006, Astarina Maulida keluar sebagai pemenang dalam kompetisi P&G ASEAN Business Challenge 2009.  Pada tanggal 3 April 2009 telah terpilih tim juara dari P&G ASEAN Business Challenge 2009, yaitu READY Team yang beranggotakan Astarina Maulida mahasiswi jurusan Sekolah Bisnis Manajemen Institut Tekonologi Bandung (SBM ITB), Ivana Arinahapsari Assan mahasiswi jurusan Akuntansi Universitas Indonesia (UI), Pefita Agustin mahasiswi jurusan Manajemen INTI College, Michael Kuswanto mahasiswa jurusan Manajemen Universitas Katolik Parahyangan, dan Marina Anggraini mahasiswa Teknik Industri Universitas Katolik Parahyangan (UNPAR).  Kompetisi yang dilaksanakan pada tanggal 31 Maret-3 April 2009, merupakan program rutin yang diadakan setiap tahunnya oleh P&G dengan tujuan untuk mencari mahasiswa yang berprestasi. Dalam kompetisi ini, seluruh tim yang secara keseluruhan terdiri dari 4 tim diadu untuk menjawab persoalan dari real bisnis, yaitu mengenai brand Pantene. Dalam kompetisi ini, penilaian terdiri dari 6 kategori, yaitu sales revenue, marketing strategy, forecasting error, minimizing trial barriers, dan team work.  Tahun 2009 ini merupakan tahun keempat diadakannya P&G ASEAN Business Challenge, dimana sebelumnya kompetisi ini hanya dilakukan di Indonesia. Pada tahun ini, diadakan perubahan, yaitu skala perlombaan diperluas menjadi skala ASEAN, dimana tim yang telah menjadi juara di negara masing-masing (Thailand, Indonesia, Vietnam dan Malaysia) akan diadu lagi untuk mendapatkan juara.  Untuk menjadi finalis nasional sendiri, penyaringan finalis dilakukan dengan sangat ketat, yaitu dari Assessment Test, Reasoning Test, Wawancara Tahap 1, dan Wawancara Tahap 2.  Tim pemenang berhak untuk memperoleh reimbursement selama 2 semester terakhir, dan menjadi wakil dari Indonesia untuk mengikuti kompetisi di tingkat ASEAN yang akan dilaksanakan di Singapura pada bulan Juli 2009, yang mana seluruh biaya akomodasi ditanggung oleh P&G. Selain itu, langkah untuk mendapatkan peluang untuk bekerja di P&G hanya 2 tahapan lagi, yaitu wawancara akhir dan medical test.

Next Page »