Seminar Broadcast “Berbicara untuk Menghasilkan Uang”
Tanggal Pelaksanaan: Jumat, 12 Juni 2009Waktu: 13.00 WIB
Tempat: Ruang Serba Guna (RSG) Lantai 4 Gedung Baru Rektorat Unpad Jln. Dipati Ukur 35 Bandung
Deskripsi:
Fakultas Ilmu Komunikasi (Fikom) Unpad menyelenggarakan Seminar Broadcast: “Berbicara untuk Menghasilkan Uang”. Menghadirkan sejumlah pembicara kompeten di dunia radio, yaitu:
1. Roy R. Rondonuwu, Drs., Dipl.Inf., Milb (Dosen Ilmu Manajemen Komunikasi Fikom Unpad)
2. DJ Arie (Owner Broadcast School)
3. Mo Sidik “Oz” (Announcer, Owner Magazine)
4. Firly “99-ers” (Female Announcer)
Kegiatan ini akan dipandu oleh Abe (Announcer 99-ers Radio).
Biaya Seminar:
Pelajar/Mahasiswa Rp 20.000
Umum Rp 25.000
Contact Person:
Isqi (08562124159)
Ayu (085720036000/022-92925271)
Sumber : www.unpad.ac.id/agenda/seminar-broadcast-“berbicara-untuk-menghasilkan-uang”/
Kelola Utang Negara dengan Berbasis Riset
Berbagai kebijakan dalam bidang keuangan sangat ditentukan oleh penelitian atau riset yang dilakukan secara cermat. Tak heran bila Departemen Keuangan Republik Indonesia melakukan berbagai riset sebelum mengambil suatu kebijakan. Contohnya Direktorat Jenderal (Ditjen) Pengelolaan Utang Negara yang mengelola sekitar Rp 900 triliun dalam bentuk Pinjaman dan Surat Berharga, dapat mengoptimalkan produk-produk yang ada melalui peningkatan kualitas riset tersebut.
Penyerahan Sertifikat Pelatihan oleh Head of Research & Partnership Division, Aldrin Herwany, SE., MM kepada salah seorang peserta *
“Untuk itu dibutuhkan pengetahuan dan ketajaman dari pegawai Ditjen Pengelolaan Utang Negara dalam hal riset,” ujar Head of Research & Partnership Division, Laboratorium Manajemen Fakultas Ekonomi (LMFE) Unpad, Aldrin Herwany, SE., MM yang didampingi Head of Training & Administration Division LMFE Unpad, Dina Sartika, SE., M.Si , saat wawancara di Ruang Website Unpad, Kampus Unpad. Jln. Dipati Ukur No.35 Bandung, Selasa (9/06).
Berkaitan dengan peningkatan kemampuan para pegawai tersebut, Aldrin menjelaskan bahwa baru-baru ini diselenggarakan sebuah Pelatihan Metodologi Survei dan Statistik Keuangan untuk Obligasi yang digelar oleh Ditjen Pengelolaan Utang bekerja sama dengan LMFE Unpad di Novotel Jakarta, 28-29 Mei dan 4-5 Juni 2009 lalu. Dina juga menambahkan bahwa kerja sama dalam penyelenggaraan pelatihan ini sebagai bentuk penjajakan kerjasama lebih lanjut yang akan dilakukan LMFE Unpad dengan Ditjen Pengelolaan Utang Depkeu RI.
Pada pelatihan yang diikuti oleh 41 orang pegawai Ditjen Pengelolaan Utang Negara Depkeu RI ini, LMFE Unpad menerjunkan beberapa dosen FE Unpad sebagai instruktur. Mereka adalah Prof. Dr. Sucherly, SE., MS., sebagai pakar Metodologi Penelitian, Aldrin Herwany, SE., MM., sebagai pakar Teknik Sampling dan Statistik Multivariate Data Analysis (MDA) dan Erie Febrian, SE., MBA., M.Comm., sebagai pakar Behavioral Finance.
“Pelatihan semacam ini sangat menentukan output dari kinerja pegawai, baik itu di lingkungan departemen, BUMN maupun perusahaan swasta,” jelas Dina. Hal senada juga dikatakan oleh Investor Relation Manager Ditjen Pengelolaan Utang Negara Depkeu RI, Wien Irwanto pada pelatihan tersebut. “Kami sangat memerlukan teknik dan penggunaan metodologi riset serta statistik yang benar dan tepat dalam melakukan riset terutama yang terkait dengan Surat Utang Negara ataupun obligasi,” jelas Wien.
Aldrin juga berharap setelah pelatihan tersebut, peserta dapat melakukan penelitian dan pelaporan (reporting) yang baik dan dapat dipertanggung jawabkan. “Dengan pelatihan ini diharapkan ada peningkatan kualitas penelitian dari para peserta,” jelas Aldrin. Ia juga menambahkan bahwa selama ini para dosen di LMFE Unpad juga banyak melakukan berbagai penelitian dan kajian yang berkaitan dengan masalah keuangan. Dari penelitian-penelitian tersebut, LMFE Unpad bahkan telah menerbitkan jurnal internasional.
Sumber : www.unpad.ac.id/berita/kelola-utang-negara-dengan-berbasis-riset/
Diresmikan SBY, Pembangunan IKIP Semarang Capai Miliaran
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono meresmikan gedung kampus pusat Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan (IKIP) PGRI Semarang. Pembangunan gedung dimulai sejak 2008 dan menelan dana lebih dari Rp 44 miliar.
Peresmian tersebut ditandai dengan penandatanganan prasasti oleh Presiden SBY, Selasa (9/6). Presiden didampingi oleh Menteri Pendidikan Nasional Bambang Sudibyo dan Rektor IKIP PGRI Semarang Dr Sulistyo MPd. Pada kesempatan ini Presiden SBY juga melakukan peninjauan laboratorium Bahasa Inggris, Bahasa Indonesia, serta ruang Pendidikan Pancasila.
Gedung kampus pusat IKIP yang berlantai tujuh tersebut berdiri di lahan seluas 2.170 meter persegi. Pembangunan gedung berluas total 8.858,60 meter persegi itu dimulai sejak 2008. Pembangunan menghabiskan dana Rp 44.250.951.460, termasuk harga tanah dan aset tak bergerak seperti peralatan belajar mengajar.
Sumber : edukasi.kompas.com/read/xml/2009/06/09/14003769/Diresmikan.SBY..Pembangunan.IKIP.Semarang.Capai.Miliaran.
Aidil Chandra Salim: RI Bantu Tingkatkan Kapasitas SDM Negara Palestina
Direktur Timur Tengah Departemen Luar Negeri (Deplu) RI, Drs. Aidil Chandra Salim, M.Com., mengatakan Pemerintah RI akan terus berupaya membantu meningkatkan kapasitas SDM Palestina. Hal itu dilakukan dalam rangka mengupayakan pembentukan negara merdeka, berdaulat, dan mewujudkan perdamaian di kawasan Timur Tengah.
“Sedari awal, Pemerintah RI mendukung negara Palestina. Selain melalui pernyataan dukungan pernyataan secara resmi, tapi juga melalui dukungan yang komplit dengan capacity building,” kata Aidil dalam studium general Seminar Internasional “Perkembangan Aktual Politik Timur Tengah”, Senin (8/6) di Sekolah Pascasarjana UGM.
Disebutkan bahwa dukungan politik sebelumnya telah diberikan oleh Amerika Serikat dan negara-negara Eropa kepada Israel. Meski demikian, ia meyakini tetap sangat sulit untuk menempuh jalur damai dalam hubungan Israel dan Palestina.
“Meski nantinya pemerintah baru Israel di bawah Benjamin Netanyahu memiliki keinginan untuk menempuh jalur damai, namun tetap mendapat penolakan keras dari politik dalam negeri Israel sendiri,” jelasnya.
Aidil juga tidak yakin negara Mesir yang diharapakan Obama untuk menjadi penengah perdamaian di kawasan Timur Tengah mampu menjadi penghubung dua negara yang bertikai di kawasan Arab.
Pemerintah RI, tambahnya, akan terus mendorong proses dialog dengan melibatkan semua pihak. Meskipun perundingan merupakan langkah penting untuk menuju proses damai, imbuh Aidil, dirinya tetap menyarankan agar bangsa Palestina dapat memanfaatkan semaksimal mungkin dukungan internasional, baik dari dunia Arab, dunia Islam, maupun dunia ketiga, dalam perjuangan bersenjata dan diplomasi untuk merebut dan mempertahankan kemerdekaannya.
Dalam kesempatan tersebut, Dubes RI untuk Suriah, Muzammil Basyuni, menjelaskan bahwa Suriah dan negara-negara Arab pada umumnya tidak akan mengubah sikap dalam memaknai perdamaian dan dalam berhadapan dengan Israel. Suriah juga tidak akan menolerir realitas sebuah negara yang dibentuk atas dasar penjajajan dan terjadinya pembunuhan penduduk asli Palestina yang masih terus berlanjut hingga saat ini.
“Suriah berpendapat jika Israel tidak mengubah sikap, persepsi, dan pola pikir serta kebijakan terhadap negara-negara di kawasan ini, maka akan sulit untuk mewujudkan penyelesaian politik dan mewujudkan perdamaian dan akan dapat menimbulkan permasalahan baru yang lebih pelik dan berisiko,” jelasnya.
Sumber : www.ugm.ac.id/index.php?page=rilis&artikel=2089
Untar di Usia Emasnya : Kepedulian Terhadap Lingkungan
Menginjak usia 50 merupakan tahapan dimana seseorang telah mampu menemukan kematangan hidup, dimana manusia akan menjadi lebih bijaksana dalam menghadapi segala sesuatu. Metafora ini kiranya sesuai dengan Universitas Tarumanagara yang baru saja memasuki usia emasnya.

Dalam perayaan hari jadinya yang ke-50, Untar lebih mengedepankan sisi entik untuk mengangkat kembali kekayaan budaya Indonesia sebagai cerminan bangsa. Hal ini terwujud dalam acara pagelaran seni yang bertempat di auditorium gedung utama lantai 3 Universitas Tarumanagara pada Sabtu, 16 Mei 2009 lalu. Tema yang diangkat adalah Peningkatan Kepekaan Budaya Pusaka Indonesia. Untar menyadari perkembangan globalisasi sekarang ini telah membuat kita semakin lupa akan kebudayaan Indonesia. Karena itulah acara ini bertujuan untuk mengingatkan kembali bahwa sebenarnya banyak kebudayaan Indonesia yang bagus dan enak untuk dinikmati,” penuturan Kartika Oktorina selaku panitia acara HUT Untar ini.

Acara yang dihadiri oleh + 200 penonton ini, diisi dengan berbagai suguhan pertunjukan seni beraroma etnik budaya yang sangat menarik, mulai dari musik, olah vokal, sampai tarian. Kegiatan, dibuka oleh Rektor Untar, Dr. Monty P. Satiadarma. Nuansa kebudayaan sudah terasa sejak awal, yaitu ketika dibuka oleh penampilan kelompok paduan suara Orcaellae Vox Sacra Tarumanagara, yang sebelumnya telah berhasil memperoleh dua medali emas dalam Festival Paduan Suara Budaya Antar Bangsa di di Venezia Italy, pada bulan Mei 2009. Orcaellae Vox Sacra, menampilkan lagu – lagu daerah yang spektakuler dikemas dalam nuansa etnik dan sentuhan kontemporer yang mempesona, seperti dalam lagu Kerraban Sape, folksong dari Madura, Luk – Luk Lumbu, lagu dari daerah Banyuwangi, dan Yamko Rambe Yamko, dari Papua. Kemudian ada pula penampilan dari Angela Astri Soemantri, alumni mahasiswi Untar Fakultas Psikologi, dalam memainkan alat musik Gu-Zheng dengan iringan alunan suara gitar sang ayah. Tidak sampai di situ, Sanggar tari Fakultas Psikologi, Padmanegara juga unjuk kebolehannya dalam menampilkan Tari Seudati dan Tari Toba yang sangat luar biasa.

Acara terasa lebih istimewa dengan kehadiran Viky Sianipar, dkk dalam memanjakan telinga dan mata penonton dengan musik etnik kontemporenya. Aliran musiknya yang unik tidak seperti musik kebanyakan ini, merupakan hasil perpaduan dari musik barat dengan musik tradisional Indonesia, khususnya musik Batak. Pada kesempatan itu juga ia berkolaborasi dengan beberapa penyanyi, yaitu Nenny Oktavia, Ichsan Akbar, dan seorang mahasiswi Untar, Patricia yang membawakan lagu daerah Es Lilin dan Kicir-kicir. Puncaknya, Viky Sianipar berkolaborasi dengan Sudjiwo Tedjo dalam membawakan lagu Bengawan Solo yang telah diaransemen ulang yang menghasilkan nada-nada tidak biasa. Penampilan Sudjiwo Tedjo terlihat sangat luar biasa dengan sentuhan gerakan-gerakan teatrikal, serta guyonan-guyonan khas darinya.

Dalam perayaan HUT yang ke-50 ini, Untar juga tak lupa untuk mengangkat sisi kemanusiaan sebagai bentuk pengabdian dan kepeduliannya kepada masyarakat sekitar. Hal ini terwujud dalam peluncuran Lingkungan Binaan RW 6 Kelurahan Tomang-Grogol dengan pengadaan kegiatan identifikasi golongan darah bagi warga RT 01, 04, 07, dan 09, serta usaha perbaikan perpustakaan di RW 06 tersebut. Di samping itu, acara yang diselenggarakan oleh Lembaga Pengabdian Kepada Masyarakat dan Ventura, Fakultas Psikologi dan Fakultas Ilmu Komunikasi Untar ini juga bekerja sama dengan Yayasan Mitra Netra, untuk mengajak masyarakat secara umum, dan warga Untar secara khusus, untuk ikut menjadi relawan dalam pengetikan ulang 1000 buku untuk Tunanetra. Kegiatan pengetikan ulang 1000 buku ini dilaksanakan sampai tanggal 16 Juni bertempat di Gedung M lantai 5 Universitas Tarumanagara.

Dengan adanya kegiatan semacam ini diharapkan di umurnya yang telah mencapai setegah abad, Universitas Tarumanagara dapat semakin menunjukkan kebijaksanaan dan kematangannya dalam memberikan komitmen pelayanannya, tidak hanya dalam bidang pendidikan, tapi juga dalam bidang sosial kemasyarakatan sebagai bagian dalam usaha mewujudkan Indonesia yang lebih maju.
Sumber : www.untar.ac.id/index.aspx?n=48&s=386
Beasiswa Scholarship 2009/2010 for Nutrition in Emergencies in Inggris UK
Beasiswa Scholarships are available for the short course Nutrition in Emergencies which will run from 8 to 12 September 2009.
1. Amount: Full tuition fee waiver, accommodation, living expenses and flights to and from London.
2. Eligibility: You must be from a developing country.
3. Criteria: Financial need and to be employed in the relevant sector in a country prone to disaster.
Deadline: 15 August 2009.
Please note we only accept hard copy of your application, we do not accept faxes or email attachments.
Please allow sufficient time for your application to reach us by mail.
University of Westminster
Scholarships Office
32-38 Wells Street
London W1T 3UW
Telephone: +44 (0)20 7911 5000 ext 2349/2338
For further information please visit thi web www.westminster.ac.uk
Sumber : stan-prodip.info/scholarships/
750 Peserta Ikuti SMUP Program Beasiswa Talent Scouting
Dari 2942 orang yang mendaftar Program Beasiswa Talent Scouting Unpad, melalui seleksi secara administratif, lolos sebanyak 750 orang peserta yang berhak mengikuti ujian hari ini, Minggu (7/06), dalam Seleksi Masuk Universitas Padjadjaran (SMUP). Para peserta program ini mengikuti ujian yang berlangsung di Bandung, Tasikmalaya, Ciamis, Sukabumi, Cianjur, Subang, Indramayu, Sumedang, Cirebon dan Majalengka.
Melihat dari animo peserta yang sangat besar untuk mengikuti program ini, panitia melakukan seleksi yang cukup ketat. Koordinator Talent Scouting Unpad, Ace T. Hidayat, M.Si., M.M, menyatakan bahwa pelaksanaan ujian hari ini berjalan lancar. Ace juga menjelaskan bahwa dari jumlah peserta yang mendaftar pada program ini, sebagian besar memilih Program Studi Ilmu Kedokteran dan Farmasi sebagai pilihan pertama untuk kelompok IPA, sedangkan untuk kelompok IPS, program studi yang diminati adalah Ilmu Komunikasi dan Akuntansi.
Program Talent Scouting ini adalah program beasiswa yang diselenggarakan oleh Unpad untuk membantu para lulusan SMA tahun 2008 dan 2009 yang berdomisili di Provinsi Jawa Barat (Jabar), yang tidak mampu secara ekonomi untuk melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi, namun memiliki prestasi akademik yang tinggi selama di SMA. Program ini diikuti oleh 21 kabupaten-kota di Jawa Barat.
Ace menjelaskan bahwa melalui program ini, Unpad ingin berpartisipasi dalam meningkatkan sumber daya manusia khususnya di Jabar dengan memberi beasiswa penuh untuk mendapatkan pendidikan di Unpad. Ace juga menjelaskan bahwa program ini terbagi dua, ada yang merupakan beasiswa penuh dari Unpad, dengan daya tampung sebanyak 55 calon mahasiswa. Selain itu, ada yang bekerja sama dengan pemerintah daerah (Pemda), khususnya Pemda Indramayu, dengan daya tampung 22 calon mahasiswa. Selama ini kerja sama dengan Pemda Indramayu sudah terjalin sejak tiga tahun yang lalu, dengan total mahasiswa yang menempuh studi di Unpad mencapai 139 orang. “Sejauh ini respon dari pemerintah daerah cukup bagus. Kita juga masih membuka kesempatan bagi pemerintah daerah lain untuk ikut berpartisipasi pada program ini,” jelas Ace.
Hasil ujian Program Talent Scouting ini akan diumumkan bersamaan dengan pengumuman SMUP pada tanggal 25 Juni 2009. Pengumuman dapat dilihat di website, www.unpad.ac.id. Hasil ujian ini juga akan dikirimkan kepada Koordinator Pelaksana Tes di daerah setempat dan Koordinator Pendaftaran di kota atau kabupaten tempat mendaftar.
Sumber : www.unpad.ac.id/berita/750-peserta-ikuti-smup-program-beasiswa-talent-scouting/
Pilihan Menjadi Orang Istimewa
Hidup adalah pilihan dan pilihlah menjadi orang yang istimewa. Meski jumlahnya sedikit dibandingkan dengan orang biasa, namun menjadi orang istimewa merupakan pilihan yang tepat bagi mereka yang ingin mendapatkan sesuatu yang lebih.
“Orang biasa adalah mereka yang melakukan segala sesuatu dengan cara biasa dan dilakukan oleh orang kebanyakan. Namun, orang istimewa akan melakukan sesuatu dengan cara yang tidak biasa dilakukan orang kebanyakan,” tegas trainer muda Felix W. Siauw dalam kegiatan bertajuk “Islamic Motivation Training: Be The Excelled and Inspirational Muslim Generations”. Kegiatan yang digagas Dewan Keluarga Masjid (DKM) Unpad ini digelar Sabtu (6/06) di Ruang Serba Guna (RSG) Gedung Baru Rektorat Lantai 4, Jln. Dipati Ukur 35 Bandung.
Felix menegaskan bahwa banyak keuntungan menjadi orang istimewa. Dengan bantuan gambar, Felix memperlihatkan perbedaan antara menjadi orang biasa dan orang istimewa. Diperlihatkan dua buah dompet dengan isi yang berbeda. Satu dompet dengan sedikit uang di dalamnya, sementara dompet yang lain dipenuhi dengan uang.
“Mereka yang biasa hanya akan mendapatkan jumlah yang biasa-biasa saja dibandingkan dengan orang istimewa. Padahal mereka menempuh pendidikan yang sama dan bekerja delapan jam per hari. Tapi mengapa hasilnya akhirnya berbeda? Karena mereka mau menjadi orang istimewa. Maka jadilah orang istimewa,” seru Felix dihadapan puluhan peserta training.
Sayangnya, kata Felix, warga muslim yang seharusnya menjadi orang istimewa, saat ini belum menjadi umat terbaik. Hal ini disebabkan kesalahan manusia sendiri yang tidak menjadinya dirinya sebagai umat terbaik. Berdasarkan survei yang dilakukan sejumlah lembaga membuktikan bahwa 50 persen penduduk Indonesia hidup di bahwa garis kemiskinan. Sebanyak 11 persen siswa SMA juga tidak melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. Hal ini mengakibatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) Indonesia menduduki peringkat ke 109 dari 174 negara.
Felix menjelaskan, kebobrokan warga Indonesia itu masih diperburuk dengan kenyataan bahwa 97 persen pelajar SMP pernah menonton film porno. Belum lagi lebih dari 62 persen pelajar SMP mengaku sudah tidak perawan. Di Bandung sendiri, 54 persen remaja mengaku pernah berhubungan seks. Ia juga mengatakan bahwa kecenderungan pemimpin dan mayoritas masyarakat Indonesia yang mengikuti pilihan pendahulunya menambah ruwetnya masalah. “Mereka hanya mengikuti tanpa melihat apakah pilihan itu benar atau salah,” kata pria kelahiran 1984 ini.
Sejumlah masalah tersebut, lanjut Felix, sesungguhnya terjadi karena manusia memiliki pemikiran yang salah tentang tujuan hidup. Bila seseorang mengetahui asalnya, tujuannya selama hidup, dan tujuannya setelah hidup, maka semua masalah tersebut tidak akan terjadi.
“Kita diciptakan oleh Allah, hidup untuk beribadah kepada Allah, dan berharap masuk ke dalam surga Allah, maka kita mengetahui dengan pasti tujuan kita dan akan fokus untuk mendapatkannya,” ujar dosen salah satu perguruan tinggi swasta di Jakarta ini. Ia menegaskan bahwa dengan tujuan yang pasti, maka budaya ikut-ikutan yang menjangkiti pemimpin dan masyarakat Indonesia dapat hilang dengan sendirinya.
Sumber : www.unpad.ac.id/berita/pilihan-menjadi-orang-istimewa/
13-14 Juni 2009, UGM Tuan Rumah Kontes Robot Tingkat Nasional
Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat dan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi kembali menunjuk UGM menjadi tuan rumah penyelenggaraan kontes robot tingkat nasional. Penunjukan ini menyusul sukses kontes serupa yang dilaksanakan tahun sebelumnya (2008).
Kontes robot tingkat nasional kali ini akan digelar selama dua hari, 13-14 Juni 2009. Tiga jenis lomba akan dipertandingkan, yaitu Kontes Robot Indonesia (KRI), Kontes Robot Cerdas Indonesia (KRCI), dan Kontes Robot Seni Indonesia (KRSI).
Ilona, staf Fakultas MIPA UGM, yang juga sie publikasi kontes robot menjelaskan lomba kali ini sedikit berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Pada Kontes Robot Nasional 2009 akan ditambahkan satu jenis perlombaan, yakni Kontes Robot Seni Indonesia.
“Di sini, robot yang dilombakan harus bisa menari mengikuti irama yang telah ditentukan. Adapun jenis tarian yang dilombakan adalah tarian Jaipong,” jelas Ilona, di kampus UGM, Kamis (4/6).
Menurutnya, kontes robot telah mentradisi karena hampir setiap tahun dilaksanakan. Kontes Robot Indonesia pertama kali diadakan oleh PENS tahun 1993 dan kemudian menjadi Kontes Robot Cerdas Indonesia di tahun 2003. Untuk penyelenggaraan kali ini, UGM mendapat dukungan dari Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat dan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi.
“Keduanya bahkan memberikan amanah kepada UGM. Hal ini tidak lepas dari penilaian bila UGM berhasil dalam penyelenggaraan Kontes Robot Tingkat Regional di tahun 2008,” terangnya.
Mengutip pendapat Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi, Ilona mengatakan kegiatan kontes robot dimaksudkan untuk memenuhi salah satu tujuan pendidikan tinggi, yakni menumbuhkembangkan dan memperkaya khasanah ilmu pengetahuan dan teknologi untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat.
“Untuk itu, kegiatan penumbuhan dan pengembangan kreativitas dan inovasi dosen dan mahasiswa menjadi kata kunci untuk menghantarkan tercapainya tujuan tersebut,” ujar Ilona.
Dikatakannya bahwa untuk menumbuhkan dan mengembangkan kreativitas serta inovasi, tidak cukup hanya berada pada wacana teoretis. Namun, harus dilatih pula untuk mengimplementasikan ide, gagasan wacana-teoretis tersebut ke dalam dunia nyata. “Kegiatan pengembangan gagasan teoretis menjadi penerapan teknologi yang nyata harus dibuat sedemikian rupa agar menjadi menarik, dinamis, dan tidak membosankan, di mana dosen dan mahasiswa perlu dilibatkan secara multidisiplin,” tutur Ilona.
Setelah melalui perlombaan di masing-masing wilayah Regional I, Regional II, Regional III, dan Regional IV, telah diperoleh hasil untuk KRI dan KRCI tahun 2009. Berdasarkan keputusan tim juri, tim-tim yang berhak tampil pada perlombaan tingkat nasional ialah 24 tim KRI, 21 tim KRCI kategori Wheeled, 9 tim KRCI kategori Leeged, 9 tim KRCI kategori Expert Single, dan 16 tim KRCI kategori Expert Battle. “Sedangkan untuk Kontes Robot Seni Indonesia (KRSI) tahun 2009 ini akan menampilkan 12 tim yang berasal dari Universitas Sriwijaya, Universitas Muhammadiyah Surakarta, Universitas Merdeka Malang, Universitas Mercu Buana, Universitas Gadjah Mada, Universitas Bhayangkara Surabaya, STMIK “MDP” Palembang, Politeknik Negeri Bandung, Politeknik Manufaktur Astra, Politeknik Elektronika Negeri Surabaya, Institut Teknologi Sepuluh November Surabaya, dan Institut Teknologi Nasional Malang,” jelas Ilona. (Humas UGM)
Sumber : www.ugm.ac.id/index.php?page=rilis&artikel=2080
Ilmu Hulu Dan Ilmu Hilir
Ketika Andre-Marie Ampere merumuskan Hukum Ampere, orang belum mengetahui apa gunanya listrik. Dari hukum itu, orang hanya mengetahui bahwa konduktor yang bergerak di medan magnet, selama masih bergerak, menghasilkan arus listrik di konduktor itu. Demikian pun sebaliknya, selama arus berubah di konduktor yang terletak di medan magnet maka ada gaya yang mendorong konduktor itu. Ilmu ini adalah ilmu hulu.
Berdasarkan ilmu hulu ini orang menciptakan generator listrik dan motor listrik. Ilmu ini adalah ilmu hilir. Ilmu hilir ini telah mengubah dunia. Dunia sekarang serba listrik. Tanpa listrik, masyarakat kita akan macet.
Ketika orang menemukan semikonduktor maka John Bardeen, William Shockley, dan Walter Brattain menciptakan transistor. Kalau pengetahuan akan semikonduktor kita nama-kan ilmu hulu maka penciptaan transistor merupakan ilmu hilir. Ilmu hilir transistor ini mengubah dunia telekomunikasi dari zaman lama ke zaman baru.
Ilmu hulu lainnya adalah reaksi berantai pada uranium yang ditemukan oleh Enrico Fermi. Dalam Perang Dunia kedua, ilmu hulu ini segera pula menghasilkan ilmu hilir berupa bom atom. Ilmu hilir lainnya adalan reaktor nuklir yang da-pat digunakan untuk pembangkitan tenaga listrik.
Kita menemukan sejum-lah ilmu hulu di dalam mate-matika. Matematikawan sendiri tidak mengetahui kegunaan dari kaidah matematika yang mereka garap. Matematikawan melahirkan ilmu hulu berupa bilangan biner, bilangan prima, dan bahkan bilangan kompleks. Kemudian muncul ilmu hilir yang menggunakan ilmu hulu itu. Bilangan biner digunakan oleh komputer dan teknik digital. Bilangan prima digunakan juga oleh komputer untuk enkripsi informasi yang dirahasiakan. Bilangan kom-pleks digunakan di teori medan gaya di berbagai bidang ilmu.
Tidak selalu ilmu hilir itu merupakan turunan langsung dari ilmu hulu. Di bidang linguistik, Avram Noam Chomsky mengemukakan tata bahasa generatif dalam pembentukan bahasa. Di bidang matematika, Alan Turing mengemukakan otomata. Dua bidang ini bertemu sehingga bahasa yang disusun melalui tata bahasa generatif dapat dibaca oleh otomata. Mereka adalah ilmu hulu dan dari ilmu hulu ini lahirlah ilmu hilir berupa program komputer yang dapat melakukan banyak hal.
Namun program kom-puter itu juga tidak dapat bekerja banyak kalau tidak bertemu dengan ilmu yang dikemukakan oleh John von Neumann. John von Neu-mann mengemukakan bahwa program itu disimpan di dalam komputer sehingga secara otomatis memerintah komputer itu tanpa harus menunggu perintah orang langkah demi langkah.
Kita dapat belajar ilmu hulu di mana-mana termasuk di negara maju. Kita juga dapat belajar ilmu hilir, tetapi tidak semua ilmu hilir dapat kita pelajari. Banyak ilmu hilir yang menjadi rahasia para penciptanya sehingga tidak diajarkan kepada sembarang orang. Kita bisa belajar tentang reaksi nuklir sebagai ilmu hulu tetapi, sebagai ilmu hilir kita tidak dapat belajar membuat bom atom.
Ada banyak cara untuk menularkan ilmu kepada orang lain. Salah satu cara adalah kuliah. Cara lainnya adalah seminar dan publikasi ilmiah. Selama tahun-tahun belakangan ini, kita sering menyaksikan penyelenggaraan seminar ilmiah. Perguruan tinggi juga menyelenggarakannya. Salah satu bahan seminar ilmiah adalah hasil penelitian.
Pada umumnya seminar ilmiah itu mengemukakan ilmu hulu atau, sekurang-kurang nya, ilmu setengah hulu. Ada juga bahan seminar yang tergolong ke dalam ilmu setengah hilir. Semua makalah seminar telah melewati tim seleksi sehingga cukup bermutu. Setelah seminar, semua makalah disimpan di dalam lemari. Kita tidak lagi menemukan ilmu hilirnya.
Sekadar contoh kita melihat kedelai. Berapa banyak sudah penelitian di bi-dang kedelai dilakukan orang dan berapa banyak makalah seminar tentang kedelai ditulis orang. Mereka merupakan ilmu hulu, ilmu setengah hulu, atau ilmu setengah hilir. Namun di pasar kita menggunakan kedelai impor karena kata orang kedelai impor memiliki mutu yang lebih baik. Demikian pula halnya dengan produk lainnya.
Gejala ini menggugah kita untuk dapat menghasilkan ilmu hilir. Sudah waktunya perguruan tinggi melakukan penelitian sampai ke ilmu hilir dan menghasilkan produk yang dapat dipakai.
Sumber : www.untar.ac.id/index.aspx?n=79&s=89

