Dosen ITS Lulus Sertifikasi DIKTI
Pembantu Rektor I Prof Arief Junaedy berharap seluruh dosen di ITS mampu memiliki sertifikat dosen yang dikeluarkan oleh Dikti. Mantan dekan FTIF ini juga mengaku bila keberhasilan para dosen tersebut tak lepas dari peran ITS yang melakukan pendampingan bagi para dosen yang telah memenuhi kriteria yang ditetapkan Dikti.
Program ini adalah upaya pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan dosen. Untuk dosen non guru besar, maka akan mendapatkan tunjangan profesi sebesar satu kali gaji pokok.
Dan untuk seorang guru besar akan mendapat tunjangan kehormatan. Untuk memperoleh sertifikat ini ada beberapa persyaratan yang diajukan oleh Dikti. Salah satunya adalah syarat ekivalensi waktu mengajar penuh minimal 12 SKS selama dua tahun terakhir. Selain itu, lanjut Arif, dosen yang memiliki jabatan fungsional seperti asisten ahli atau lektor kepala akan diutamakan.
Tahun ini, ITS menilai sebanyak 412 dosen dari beberapa perguruan tinggi di Indonesia. ITS memenuhi syarat menjadi salah satu perguruan tinggi penyelenggara sertifikasi dikarenakan telah memiliki kecukupan jumlah guru besar dan unit penjamin mutu dan pengembangan seperti Pusat Penjaminan Mutu (PJM) dan Pusat Pengembangan Pendidikan dan Aktivitas Instruksional(P3AI).
Harapan Masyarakat Terhadap Pelayanan Publik
Harapan bagi setiap warga di Indonesia adalah memiliki pemerintahan yang bersih dan efisien sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui peningkatan sumber daya manusia serta kualitas pelayanan publik.
Tujuan utama yaitu menghasilkan pelayanan publik yang responsif, tidak memihak dan profesional yang bertujuan mengurangi rendahnya kepercayaan terhadap peran pemerintah dalam memenuhi dan melayani kepentingan masyarakat.
Mengenai harapan tersebut Harus ada perubahan pandangan terhadap kekuasaan yang cenderung menjadikannya sebagai kekuatan yang sakral. Permasalahan yang dihadapi Indonesia hingga kini yakni belum ada kebijakan publik yang mengatur pembatasan hubungan partai politik dan birokrasi. Akibatnya, terjadi politisasi birokrasi sehingga melemahkan kinerja birokrasi dan pada akhirnya menjadi penghambat demokrasi.
Untuk Rencana Pembangunan Jangka Panjang tahun 2005-2025 yakni peningkatan efisiensi kelembagaan pemerintah baik pusat maupun daerah; penguatan masyarakat sipil melalui pendidikan politik, pengembangan partisipasi masyarakat dalam penyelenggaraan negara termasuk pengawasannya.
Jejak Sang Arsitek Bandung : C.P Wolff Schoemaker
C.P. Wolff Schoemaker telah meraih nama besar dalam pembangunan kota Bandung. Arsitek Belanda dan guru besar arsitektur Technische Hogeschool Bandoeng (sekarang ITB-red) ini memiliki peran besar dalam perancangan masterplan kota Bandung kuno. Sejumlah bangunan tercatat sebagai karyanya, diantaranya Villa Isola, Gedung Merdeka dan Villa Merah ITB. Napak tilas karya-karya Schoemaker di Bandung disajikan oleh Kumiko HOMMA, mahasiswi program magister Arsitektur dari Jepang, bekerjasama dengan sejumlah mahasiswa arsitektur ITB dalam seminar Jejak Karya C.P. Wolff Schoemaker di Bandung.
Mungkin hanya sedikit orang awam yang mengenal nama Ir.Charles Prosper Wolff Schoemaker. Pria kelahiran Banyubiru, 1882 ini memulai karir di militer sebagai insinyur. Schoemaker kemudian bergabung dengan Algemeen Ingenieur Architectenbureau, dan bekerja di Bandung. Karyanya antara lain bangunan-bangunan yang menjadi ikon kota Bandung, seperti Gedung Asia Afrika, Villa Isola, Aula Barat – Timur ITB, Gedung PLN, Gereja Kathedral di Jln. Merdeka, Gereja Bethel di Jln. Wastukencana, Masjid Cipaganti, Bioskop Majestic, Villa Merah, dan Hotel Preanger. Tahun 1922, Schoemaker diangkat sebagai profesor Technische Hogeschool Bandoeng (disingkat TH, sekarang menjadi ITB-red) dengan salah satu mahasiswanya yaitu Ir. Soekarno. Selama hidupnya, beliau banyak melakukan penelitian ilmiah terhadap karya-karya arsitektur vernakular di Jawa. Beliau juga pernah menimba ilmu arsitektur di Amerika Serikat dari Frank Lyoid Wright, salah satu arsitek ternama di dunia. Schoemaker meninggal pada 1949 dan dimakamkan di Ereveld Pandu, Bandung.
Dalam rancangannya, Schoemaker berupaya memadukan unsur budaya timur dan barat dalam desainnya. Budaya timur sangat terlihat dari bentuk atap yang dominan seperti rumah-rumah tradisional Indonesia dengan kemiringan yang tinggi, serta material pada atap (sirap) dan dinding (batu bata), pada bangunan villa mrah di Jl. Tamansari. Bangunan ini sekarang digunakan sebagai kantor Satuan Kekayaan dan Dana serta Ikatan Alumni ITB.
Villa IsolaVilla Isola dirancang Schoemaker memiliki orientasi pada Gunung Tangkuban Perahu. Schoemaker menerapkan filsafat landscape tradisional Jawa, yaitu bangunan dan lingkungan memiliki orientasi kosmis ke arah sesuatu yang dianggap sakral. Gunung tersebut merupakan elemen sakral dalam kepercayaan masyarakat Sunda. Elemen-elemen kepercayaan seperti inilah yang coba diadaptasi Schoemaker ke dalam desainnya. Konsep tradisional lain yaitu ornamen Batara Kala pada fasade bangunan Landmark di Jalan Braga. Sementara deretan pertokoan bergaya art deco yang menjadi landmark jalan Braga merupakan daya tarik bagi Parijs van Java.
Kumiko HOMMA, mahasiswi program magister berkebangsaan Jepang, menampilkan hasil penelitiannya mengenai karya-karya Schoemaker. Penelitian tersebut turut dibantu oleh Dr. Eng. Bambang Setia Budi, ST.MT., dosen sejarah arsitektur program studi arsitektur ITB. Dalam seminar yang diselenggarakan di galeri Labtek IXB, Jumat (11/09/09), Kumiko menampilkan hasil analisisnya pada berbagai karya Schoemaker di Bandung. Schoemaker memiliki karakteristik art deco, streamline, inconsistent, dan concoct.
Selain pembahasan karya Schoemaker, dibahas pula mengenai pembentukan arsitektur satu arah (lisensia arsitektura) yang disampaikan oleh Yuswadi Saliya, pendiri Ikatan Arsitektur Indonesia. Yuswandi mengungkapkan beberapa faktor yang menjadi latar belakang, diantaranya interaksi antara arsitektur dengan habitat dan komunitasnya. Yuswandi juga mengatakan bahwa bidang preservasi karya arsitektural saat ini menghadapi kamar mati. Maksudnya, setiap elemen arsitektur hanya dilihat seperti apa yang terlihat. Padahal, elemen-elemen tersebut sebenarnya memiliki banyak potensi. Bangunan tua hanya dilihat seperti bangunan yang telah tua dan perlu diperbaiki; padahal bangunan tersebut memiliki potensi dimanfaatkan untuk berbagai fungsi dan pariwisata. Pertanyaan yang muncul kemudian adalah mengapa Bandung yang kaya dengan bangunan-bangunan arsitektur kolonial tidak terkenal karena bangunannya; tetapi justru karena FO dan pusat perbelanjaan yang menjamur.
Seminar dan diskusi ini membuat para pesertanya lebih mengenal siapa sosok Schoemaker dan karya-karyanya yang menghiasi Bandung. Diharapkan kedepannya, karya-karya Schoemaker dapat terus terjaga; tidak hanya menjadi bagian dari nostalgia kota Bandung atau objek pembelajaran arsitektur, namun juga dapat dimanfaatkan semaksimal mungkin.
sumber : http://www.itb.ac.id/news/2586.xhtml
Kembali Dua Mahasiswa Asing Belajar Di Unila
Universitas Lampung kembali kedatangan mahasiswa dari luar negeri, tepatnya dari Kamboja dan Pantai Gading. Mereka akan melakukan studi di Fakultas Ilmu Keguruan dan Pendidikan pada jurusan Bahasa Indonesia dan Seni selama kurang lebih 1 (satu) tahun.
Kabag Kerjasama Unila, Dra. Eka Purnama, M.A mengatakan bahwa kedatangan mahasiswa dari luar negeri ini karena adanya beasiswa Darmasiswa dari Departemen Pendidikan. Untuk tahun ini Unila kedatangan Safarina Sou (Kamboja) dan Marie Josiane Toppe (Pantai Gading).
Safarina Sou, seorang mahasiswa asal Kamboja merasa senang berada di Unila karena orangnya baik-baik dan ramah. Sedangkan untuk pelajaran bahasa Indonesia kesulitan terbesar baginya ialah penghapalan kosakata dan cara pengucapan.
Ketika ditanyakan rencana mereka kedepan setelah selesai studi selama satu tahun di Unila, mereka mengatakan bahwa karena ingin bekerja pada kedutaan besar Indonesia di negara mereka masing-masing sehingga mereka ingin melanjutkan masa studi di Universitas Lampung.
Selain melakukan studi bahasa Indonesia dan bahasa Inggris di FKIP, mereka juga diberikan diberikan kesempatan untuk melatih kelancaran bahasa Indonesia mereka di kantor kerjasama. Selain itu mereka juga aktif di beberapa kegiatan ekstrakurikuler, seperti Rumah Perancis, Unila English Society (ESo) dan Unit Kegiatan Mahasiswa Bidang Seni (UKMBS).
Lebaran dan Saling Memaafkan
Lebaran telah tiba! Hari raya yang dinantikan seluruh umat Islam, kumandang Takbir sebagai penanda berakhirnya bulan Ramadhan. Pembayaran zakat fitrah, penyelenggarakan shalat Ied, berhias dengan pakaian terbaik, semarak hidangan, keceriaan rumah, bersilahturahmi, saling berbagi hadiah, berziarah dan tradisi mudik, merupakan serangkaian kegiatan yang biasa mewarnai Idul Fitri.
Moment utamanya tentu saja saling bermaaf-maafan. Meminta maaf tentu akan jadi hal yang mudah, walau terkadang, harus diakui kita juga sulit mengakui kesalahan, sehingga cenderung tidak mau meminta maaf. Tetapi memberi maaflah yang jauh lebih sulit, karena dibutuhkan ketulusan hati dan kelapangan dada.
Agar hidup kita selalu sehat dan bahagia? kuncinya mudah yaitu, dengan memaafkan. Karena dengan menjadi seorang yang pemaaf kita tak hanya sekedar mendapat tempat yang mulia di hadapan Allah SWT tapi juga akan mendatangkan kebaikan di dunia.
Alangkah indah jika di hari yang suci ini semua orang saling menebar maaf. Jangan hanya meminta tapi juga memberi maaf. Karena dengan memberi maaf, berarti kita membersihkan semua penyakit hati. Dengan memafkan kita akan meringankan perjalanan orang lain dan kitapun akan kembali pada kesucian. Jaga hati kita dengan saling memaafkan.
LintasAlumni Mengucapkan: Selamat ‘Idul Fitri 1 Syawal 1430 H. Mohon Maaf Lahir dan Batin ..
UGM Dan PT. PLN Persero Bekerjasama
Dalam rangka mengantisipasi meningkatnya produksi dan kebutuhan listrik, PT. PLN Persero bekerjasama dengan UGM dalam rangka mendidik tenaga ahli keistrikan yang andal.
Tujuan Kerja sama yang dilakukan oleh UGM dan PT PLN tersebut merupakan bentuk investasi jangka panjang untuk mendidik anak bangsa di bidang kelistrikan, sekaligus memperluas pengetahuan dengan meningkatkan akses pemuda Indonesia usia 17-21 tahun ke jenjang perguruan tinggi yang saat ini baru mencapai 18 persen. Angka tersebut direncanakan pemerintah akan ditingkatkan menjadi 25 persen di tahun 2014.
Kita sangat perlu memperhatikan pendidikan secara komprehensif agar ahli dunia ada di segala bidang. Tentu nantinya akan menguntungkan bagi negara kita sendiri baik untuk mahasiswa ataupun perusahaan tersebut.
Sepuluh Bakal Calon Rektor ITB 2010-2014
Sabtu (12/09/09), Majelis Wali Amanat ITB (MWA) telah memutuskan dan menetapkan 10 nama Bakal Calon Rektor ITB 2010-2014 dari 22 Nomine. Sidang Pleno yang dipimpin langsung oleh Ketua MWA, Yani Panigoro ini dihadiri para anggota yang berasal dari berbagai perwakilan, yakni wakil masyarakat, wakil mahasiswa, wakil pegawai, wakil Senat Akademik, wakil dari Gubernur Jawa Barat, dan Rektor ITB.
22 Nomine mengikuti proses diskusi panel yang dilaksanakan pada Selasa-Rabu (8-10/09/09). Panelis terdiri dari Prof. Hariadi P. Soepangkat (tokoh Senior ITB, sekaligus mantan Rektor ITB 1980-1988), Prof. Hariono A. Tjokronegoro dan Prof. Enri Damanhuri (wakil Majelis Guru Besar ITB), Prof. Tommy Firman dan Prof. Alibasyah Siregar (wakil Senat Akademik ITB), serta Betti S. Alisjahbana dan HS. Dillon, PhD (wakil Majelis Wali Amanat ITB).
Faktor-faktor yang dijadikan pertimbangan meliputi integritas, komitmen, kepemimpinan yang arif (dalam hal ini termasuk keberpihakan), jiwa kewirausahaan (termasuk kreativitas dan inovasi), wawasan, kemampuan managerial, dan pengalaman memimpin lembaga pendidikan dan penelitian. Betti Alisjahbana, ketua panel diskusi, mengatakan bahwa proses berlangsung sangat kondusif.”Banyak Nomine muda yang sangat luar biasa dan berpotensi menjadi pemimpin ITB masa depan.” terangnya.
Kesepuluh Bakal Calon tersebut adalah :
1. Adang Surahman, Prof.Dr.Ir. M.Sc
2. Akhmaloka, Dr.
3. Deny J.Puradimaja, Prof.Dr.Ir. DEA
4. Ichsan Setya Putra, Dr.Ir.
5. Intan Ahmad, Dr.
6. Indra Djati Sidi, Ph.D .
7. Irwandy Arif, Prof.Dr.DEA, MSc
8. Isnuwardianto, Dr. Ir.
9. Rizal Z. Tamin, Prof.Dr.Ir.
10. Suhono H Supangkat, Prof.Dr.Ir. M.Eng, CGEIT
Kesepuluh Bakal Calon Rektor tersebut akan mengikuti proses pemilihan rektor selanjutnya yang terdiri dari :
Proses di Senat Akademik (SA) 10-30 Oktober 2009
Interaksi masyarakat dengan Bakal Calon 10 Oktober 2009
Interaksi SA dengan Bakal Calon 17 Oktober 2009
Proses Seleksi di MWA 20 Nov-5 Des 2009
Info lebih lanjut :
Dapat dilihat di dokumen terlampir, situs: http://rektorkita.itb.ac.id, dan contact person Dr. Benno Rahardyan di 022-2510500 dan email panitia@rektorkita.itb.ac.id
Olimpiade Sains Tingkat Perguruan Tinggi 2009
Olimpiade Sains Tingkat Perguruan Tinggi (OSN-PTI) 2009 adalah program yang memiliki potensi dan kontribusi dalam peningkatan kualitas pendidikan tinggi di Indonesia.
OSN-PTI 2009 yang diprakarsai oleh Pertamina ini merupakan salah satu wujud kepedulian perusahaan terhadap pendidikan di Indonesia melalui program corporate social responsibility (CSR). OSN-PTI 2009 merupakan ajang kompetisi sains di bidang Matematika, Fisika dan Kimia antar mahasiswa tingkat nasional. Gelaran ini untuk mencari dan menghasilkan kandidat yang akan maju ke olimpiade Internasional.
Kompetisi ini akan melalui dua tahapan, yaitu tingkat daerah dan tingkat nasional.
Pendaftaran dan Seleksi :
- Pendaftaran : 5 September – 26 Oktober 2009
- Seleksi Peserta Tingkat Daerah : 3 Nopember 2009
- Seleksi Peserta Tingkat Pusat & Final : 4 – 9 Desember 2009
Persyaratan Peserta :
- Mahasiswa S1 PTN dan PTS seluruh Indonesia yang masih aktif kuliah dibuktikan dengan kartu mahasiswa dan surat pengantar dari Ketua Jurusan/Dekan/Rektor
- Kompetisi ini tidak berlaku bagi mahasiswa yang pernah mengikuti lomba olimpiade tingkat mahasiswa internasional dan pemenang 1,2 dan 3 OSN PTI 2008.
- Minimal semester 3
Fasilitas :
- Seleksi peserta di tingkat daerah dilaksanakan di setiap propinsi
- Tidak dipungut biaya pendaftaran
- Peserta yang lolos seleksi tingkat daerah mendapat fasilitas akomodasi dan transportasi untuk mengikuti seleksi tingkat pusat di Jakarta.
Informasi & Pendaftaran :
Republika, Jl. Warung Buncit Raya No. 37 Jakarta 12510 – Indonesia
Contact Person : Adhi, Telp 0813.85.33.9772
Website : www.osnpti.com
Kesepakatan UGM dan PLN Mendidik Tenaga Handal
UGM dan PT PLN Persero sepakat untuk mendidik tenaga ahli kelistrikan yang andal dalam rangka mengantisipasi meningkatnya produksi dan kebutuhan listrik. Hal tersebut tertuang dalam nota kesepahaman kerja sama UGM dan PT PLN Persero yang ditandatangani Senin (14/9), di Ruang Sidang Pimpinan UGM.
Direktur SDM dan Umum PT PLN, Dr. Ir. Supriyadi, M.M., M.B.A., mengatakan negara masih membutuhkan produksi kelistrikan yang berorientasi pada pengetahuan. Dengan demikian, peningkatan kemampuan produksi listrik tidak hanya terpaku pada industri saja. Namun, untuk lebih cepat, dilakukan secara bersinergi dengan pihak lain. Dalam hal ini negara juga sangat membutuhkan ahli lulusan di bidang sosial, seperti lingkungan dan hukum, serta ekonomi mikro dan makro.
Begitu juga yang Rektor UGM, Prof. Ir. Sudjarwadi, M.Eng., Ph.D. mengungkapkan, salah satu tantangan yang dihadapi adalah memperluas pengetahuan dengan meningkatkan akses pemuda Indonesia usia 17-21 tahun ke jenjang perguruan tinggi yang saat ini baru mencapai 18 persen. Angka tersebut direncanakan pemerintah akan ditingkatkan menjadi 25 persen di tahun 2014.
sumber : http://www.ugm.ac.id/index.php?page=rilis&artikel=2294
Peroleh Dua Grant Senilai Lebih dari 60 Milyar
Pada tahun ini Unair memperoleh dua grant yang cukup membanggakan dalam waktu yang hampir bersamaan. Setelah berhasil memperoleh Program Hibah Kompetisi berbasis Institusi (PHKI) senilai 30 milyar rupiah, Unair juga berhasil mendapatkan grant IMHERE B.2c senilai 31,4 milyar.
Ketua Badan Perencanaan dan Pengembangan Universitas Airlangga, Dra.Tjitjik Srie Tjahjandarie,Ph.D mengatakan tahun ini Unair mengikuti PHKI tema B dan C. Tema B ini adalah hibah peningkatan mutu, relevansi dan akses sedangkan tema C mengenai hibah pengembangan unggulan perguruan tinggi untuk peningkatan daya saing daerah dan pembangunan nasional. Sebenarnya ada dua PHKI lainnya, yaitu tema A (terkait peningkatan tata kelola dan pencintraan institusi) dan tema D (pengembangan unggulan perguruan tinggi untuk peningkatan daya saing global). Dana PHKI senilai 30 milyar ini akan digunakan untuk aplikasi selama 3 tahun. Untuk PHKI tema B mendapat 3 miliar per tahun selama 3 tahun, dan PHKI tema C memperoleh 10 miliar pada tahun pertama, 7 miliar untuk tahun kedua dan 5 milar untuk tahun ketiga.
Ada perbedaan mendasar antara IMHERE dan PHKI.Salah satunya adalah perbedaan sumber dana. IMHERE didanai oleh World Bank sedangkan PHKI didananai oleh APBN. Untuk IMHERE B.2c kali ini Unair akan lebih fokus pada entrepreneurship university based on research and quality assurance. Ada tiga program studi dari tiga fakultas yang akan menjadi performance unggulan dari Unair untuk IMHERE B.2c ini. Ketiga fakultas tersebut adalah Fakultas Farmasi, Fakultas Kedokteran Hewan dan Fakultas Ekonomi (prodi Akuntansi).
Menurut Tjitjik, dalam mengimplementasikan IMHERE ini Unair akan memfokuskan pada kewirausahaan khususnya untuk post graduate, atau untuk mahasiswa S2 dan S3. Untuk Fakultas Farmasi akan diarahkan ke penguatan data base produk-produk nature yang dihasilkan yang nantinya akan diarahkan untuk pengembangan bisnis melalui holding company Unair, PT.Dharma Putra Airlangga.
Sedangkan untuk PHKI, sebelum memperoleh grant ini, setidaknya ada dua tahapan proposal yang harus dilewati, yaitu pengajuan proposal dan proposal lengkap. Dari 200 proposal yang masuk ke Dikti dari perguruan tinggi se Indonesia, terseleksi 135 proposal yang berhak melaju ke tahapan proposal lengkap. Setelah itu dari 135 proposal, terpilih 94 universitas se Indonesia yang akan diseleksi oleh tim visitasi.

