Lebaran dan Saling Memaafkan
Lebaran telah tiba! Hari raya yang dinantikan seluruh umat Islam, kumandang Takbir sebagai penanda berakhirnya bulan Ramadhan. Pembayaran zakat fitrah, penyelenggarakan shalat Ied, berhias dengan pakaian terbaik, semarak hidangan, keceriaan rumah, bersilahturahmi, saling berbagi hadiah, berziarah dan tradisi mudik, merupakan serangkaian kegiatan yang biasa mewarnai Idul Fitri.
Moment utamanya tentu saja saling bermaaf-maafan. Meminta maaf tentu akan jadi hal yang mudah, walau terkadang, harus diakui kita juga sulit mengakui kesalahan, sehingga cenderung tidak mau meminta maaf. Tetapi memberi maaflah yang jauh lebih sulit, karena dibutuhkan ketulusan hati dan kelapangan dada.
Agar hidup kita selalu sehat dan bahagia? kuncinya mudah yaitu, dengan memaafkan. Karena dengan menjadi seorang yang pemaaf kita tak hanya sekedar mendapat tempat yang mulia di hadapan Allah SWT tapi juga akan mendatangkan kebaikan di dunia.
Alangkah indah jika di hari yang suci ini semua orang saling menebar maaf. Jangan hanya meminta tapi juga memberi maaf. Karena dengan memberi maaf, berarti kita membersihkan semua penyakit hati. Dengan memafkan kita akan meringankan perjalanan orang lain dan kitapun akan kembali pada kesucian. Jaga hati kita dengan saling memaafkan.
LintasAlumni Mengucapkan: Selamat ‘Idul Fitri 1 Syawal 1430 H. Mohon Maaf Lahir dan Batin ..
Gempa Jawa dan Sekitar
Jakarta, 2 September 2009, telah terjadi gempa tektonik pada pukul 15.00 WIB melanda pulau Jawa. Gempa ini berpusat di Jawa Barat, tepatnya di 142km dari Tasikmalaya. Menurut BMG, gempa ini berkekuatan 7,3 Skala Richter dan akan terjadi beberapa gempa susulan.
Hingga saat ini belum ada keterangan apakah terdapat korban akibat gempa tersebut. Gempa sempat terasa hingga seluruh kota di pulau Jawa, seperti Surabaya, Yogyakarta, Solo, Bandung, dan kota-kota besar lainnya di pulau Jawa. Akibat gempa ini, membuat semua penghuni rumah maupun karyawan-karyawan yang sedang bekerja di dalam gedung secara bersamaan berhamburan keluar gedung.
dari pantauan LintasAlumni.com, jalan-jalan di kota Jakarta dipenuhi warga yang panik. Mereka berhamburan keluar rumah dan bangunan lainnya. Hingga pukul 15.10 WIB, ratusan orang masih terlihat berkerumun di pinggir jalan atau tempat terbuka lainnya. Meski demikian, suasana sudah tampak berangsur normal. Belum ada laporan mengenai kerusakan akibat gempa ini. []
"Passionize Your Life" Talkshow
PASSION adalah sesuatu yang benar-benar kita sukai dan menimbulkan kepuasan tersendiri.
Dalam berkarir, tidak sedikit diantara kita masih belum menemukan apa passion kita sebenarnya? Hal ini terjadi karena kita tidak tahu bagaimana menggali dan menemukan passion kita apa atau adakalanya karena kuatir dengan resiko meninggalkan karir yang sedang kita lakoni.
Tanggal 25 Juli lalu, bertempat di Grand Central Restaurant Bulungan Jakarta Selatan, PassionMagz.com menyelenggarakan sebuah talkshow yang secara khusus membahas bagaimana menggali dan bagaimana cara meminimalisir resiko untuk dapat menjalani passion kita.
Talkshow bertema ”Passionize Your Life” ini mengundang pembicara yang memiliki perbedaan latar belakang, pembicara pertama adalah Bapak Januar Darmawan, Chairman Nutrifood dan Chairman JD Venture Capital, beliau menceritakan bagaimana perjalanan hidupnya yang dari sejak awal merintis sebagai pengusaha, kesalahan demi kesalahan beliau hadapi namun dengan konsistensi beliau terus menjalani passion-nya sampai detik ini.
Pembicara kedua adalah Ibu Betti Alisjahbana, sebagai mantan Presiden Direktur IBM Indonesia dan wanita pertama di kawasan Asia Pasifik yang menduduki posisi bergengsi tersebut, beliau menceritakan seluk beluk karirnya di dunia yang berbeda dari latar belakangnya yakni sebagai seorang arsitek. Namun setelah mengundurkan diri dari IBM, beliau mendirikan QB Creative, sebagai bukti kecintaannya (kembali ke passion-nya) kepada dunia kreatif.
“Memang sudah saatnya kita bisa menemukan Passion kita dalam berkarir dan hidup, kalau tidak kita hanya rugi waktu , rugi umur dan menghabiskan waktu kita dengan aktivitas yang sama sekali tidak ingin kita jalani. Tujuan ini yang ingin diangkat oleh kami” imbuh Mada Azhari, Editor in Chief PassionMagz.com.
Acara talkshow yang dikemas cukup santai ini dihadiri oleh beberapa founder dan anggota Komunitas Bisnis Tangan Di Atas (TanganDiAtas.com), beberapa pemilik perusahaan dan top manajemen dari berbagai perusahaan.
Meski hanya berlangsung setengah hari (pukul 10.00-14.00) acara ini memberikan manfaat yang sangat besar, sangat menginspirasi dan menjadi guide bagi siapa saja yang ingin menemukan dan menjalani passion-nya secepatnya.[] red
Fasilitas Ilmuwan-Ilmuwan UNDIP
Universitas Riset, itulah yang selalu menjadi slogan dari Universitas Diponegoro. Kini kampus Undip tengah menghidupkan lembaga yang dinamakan Kantor Transfer Teknologi dan Lisensi (KTTL). kantor ini adalah yang pertama di Indonesia, yang dimana akan memfasilitasi para ilmuwan Undip untuk mengembangkan karyanya hingga mendapatkan lisensi. Kantor inilah yang nantinya akan menjembatani para ilmuwan dengan pengusaha dan masyarakat.
Belum ada di Universitas-universitas lain yang memiliki lembaga seperti di kampus Undip, dimana para ilmuwan-ilmuwan Undip mendapatkan fasilitas-fasilitas yang sangat diperlukan untuk penelitian-penelitian mereka.Sehingga diharapkan akan sangat berguna, bagi seluruh bangsa.Lembaga ini di pimpin oleh Dr. Muhammad Nur, DEA, yang saat ini menjabat sebagai Pembantu Rektor IV Undip.
Batul atau tidak, seringkali para ilmuwan sendiri kesulitan bila harus bernegosiasi tentang penelitiannya. terlebih lagi jika hasil penemuan mereka akan di komersialisasikan. Banyak aspek lain yang diperlukan dalam negosiasi itu. Termasuk pula perhitungan ekonomi dan pengetahuan di bidang hukum.
Sebenarnya jika kita cermati masalah-masalah seperti ini selalu sering menjadi kendala, para ilmuwan harus dengan tenaga dan energi sendiri untuk bernegosiasi dengan pengusaha.Dengan adanya wadah lembaga seperti yang dibentuk oleh Undip ini, maka para ilmuwan tidak perlu lagi memikirkan hal-hal tersebut, biarkan semua teknis negosiasi ditangani oleh Universitas dan para ilmuwan hanya tinggal berkarya saja. Ujar Dr. Muhammad Nur, DEA.
Keberadaan lembaga ini diharapkan juga bisa menjadi bentuk kepedulian terhadap para ilmuwan. Karena selama ini keberadaan para ilmuwan ini seringkali diacuhkan. Akibatnya mereka menjadi enggan berkarya, karena menganggap karyanya kurang dihargai.
Undip sendiri termasuk salah satu universitas yang produktif. Diperkirakan, dalam setahun tak kurang dari 10 hasil penelitian atau penemuan baru bisa dihasilkan.
sumber : http://alumni.undip.ac.id/blog/archives/4
1 April dalam sejarah
Tgl 1 April 1826 -Mesin pembakaran dalam dipatenkan Samuel Morey.
Tgl 1 april 1979-Irak diproklamasikan sebagai Republik islam dengan Ayatollah Ruhollah Khomeini sebagai Pemimpin Utama.
Tgl ! April 2005-Pengirim TKI ke Timur Tengah di buka kembali sejak 1 Maret 2005 dihentikan Depnakertrans.
Mantan Guru Bahasa Inggris yang Menjadi Miliarder Properti
Pernah menjadi guru les bahasa Inggris, Cipto banting setir terjun ke bisnis kontraktor. Kini, ia menjadi pemilik Grup Nusuno dengan aset Rp 800 miliar.
Dengan penampilannya yang bersahaja, yang sehari-hari hanya menggunakan kemeja lengan pendek, celana panjang Cipto Sulistyo adalah salah satu pengusaha tob di negeri ini, dia adalah pengusaha properti yang telah membangun banyak properti hunian di banyak kota. Memang namanya tidak setenar Ciputra, Trihatma, atau Rudy Margono, namun nama Cipto dengan bendera grup Nusuno tidak dapat dipandang sebelah mata, banyak proyek kelas menengah yang digarapnya dengan aset rata-rata Rp800 miliar.
Di balik kesederhanaannya itu, ternyata Cipto adalah sosok yang workaholic. Kelahiran Jakarta, 3 April 1967, ini mengungkapkan, seandainya dalam sehari ada 36 jam, ia akan lebih banyak mencurahkan waktu untuk bekerja. Baginya, hidup ini adalah bekerja, bekerja dan bekerja. Dengan kegigihannya itulah, tak mengherankan, ia menjadi orang sukses. Meski tidak dilahirkan dari kalangan keluarga pebisnis, ia mampu membuktikan dirinya bisa menjadi entrepreneur yang cukup diperhitungkan.
Lulusan Sastra Inggris Universitas Nasional, Jakarta, ini sempat mengajar bahasa Inggris di lembaga kursus LIA dan LPIA. Namun, akhirnya ia pindah jalur menjadi entrepreneur.Ketika memulai bisnis, ia menjadi kontraktor, dan kemudian berkembang menjadi developer kini telah membangun tak kurang dari 9 proyek hunian di Jabodetabek. Selain itu, ia memiliki bisnis institusi keuangan (bank perkreditan rakyat/BPR), lembaga pendidikan, minimarket, pabrik cat, toko material bangunan dan percetakan. Cipto menegaskan ”di dunia ini tidak ada orang bodoh atau pintar. Yang ada hanyalah orang malas dan rajin. Dan saya merasa tidak malas, sehingga semua pekerjaan bisa dikerjakan oleh orang yang tidak malas”. Ia menambahkan, kunci suksesnya terletak pada tiga hal: kerja keras, fokus pada pekerjaan, plus hoki.
Perjalanan bisnisnya bermula tahun 1990. ”Nusuno itu diambil dari nama tiga orang pendirinya,”ujarnya. Saat usianya 23 tahun, ia bersama dua temannya, Nuzulul Haque dan Danardono, mendirikan Nusuno yang awalnya membidangi jasa kontraktor dan konsultan perencanaan bangunan. Kebetulan kedua temannya yang dulu sama-sama sekolah di SMP 42, Jakarta Selatan. Dengan bergulirnya waktu Nusuno lambat laun menjadi besar yang rata-rata mengerjakan proyek senilai Rp 4-5 miliar dalam sebulan. Dalam perjalanannya, kedua teman Cipto tersebut tidak aktif dalam pengelolaan perusahaan. Sehingga, dialah yang menjadi nahkoda Nusuno dan selanjutnya menjadi pemilik tunggal.
Setelah sukses menggeluti bisnis kontraktor, Cipto tergiur menjajal bisnis properti. Mula-mula ia melakukan jual-beli tanah dan membangun ruko kecil-kecilan. Tak disangka, setiap transaksi selalu untung. Permodalan diambil dari keuntungan jasa kontraktor sebelumnya. Sayang, masa-masa emas mencetak duit itu tidak berlangsung lama. Tahun 1997, akibat badai krisis moneter, Nusuno limbung dan sempat terlilit utang Rp 15 miliar.
Boleh dibilang, setelah 1997 itu bisnis Nusuno masih kembang-kempis. Sampai akhirnya Dewi Fortuna datang lagi pada tahun 2000-an. Tepatnya, tahun 2004-06, saat booming dunia properti. Momentum itu tidak disia-siakan Cipto dengan memberanikan diri membangun perumahan.
Tahun 2004, Nusuno meluncurkan proyek properti perdana dengan skala medium. Namanya, Perumahan Puri Bintara di Bekasi seluas 6 hektare. Jenis rumah yang dipasarkan mulai dari tipe 64 dengan harga Rp 215 juta/unit. Lagi-lagi Cipto dinaungi hoki: dalam tempo 1,5 tahun, 300 unit rumah ludes diserap pasar. Tak puas cuma menangani Puri Bintara, ia kembali meluncurkan proyek baru bernama Bintara Estate di Bekasi juga. Di atas lahan seluas 1 ha itu, ia membangun town housesebanyak 60 unit dengan harga Rp 250-700 juta tiap unit, yang juga banyak diminati konsumen.
Cipto makin ketagihan membangun beberapa proyek permukiman. Maka, ia pun kemudian membangun Puri Juanda Regency di Bekasi Timur sebagai proyek ketiga. Dengan lahan 6 ha, perumahan itu terdiri atas 266 unit rumah dan banderolnya Rp 130 jutaan per unit. Proyek keempatnya, Puri Pakujaya. Perumahan yang berlokasi di Tangerang itu menempati lahan 2,2 ha dan terdiri atas 97 unit rumah tipe 39 seharga Rp 70 juta/unit. Sementara proyek perumahan kelima adalah Puri Kranji Regency di Bekasi, sebanyak 260 unit dengan luas tanah 4 ha.
Kendati sudah memiliki lima proyek perumahan di Bekasi dan Tangerang dengan skala menengah, Cipto masih haus ekspansi. Sasaran berikutnya adalah membangun perumahan kota mandiri yang menyedot dana lebih gede. Ada dua proyek terbaru: Grand Valley Residence di Depok seluas 33 ha dengan investasi Rp 1,3 triliun, dan kota mandiri Kalimalang Epicentrum seluas 21 ha dengan investasi Rp 800 miliar.
Bisnis apartemen juga dibidik Cipto. Sejauh ini setidaknya dua proyek apartemen telah dikembangkan Nusuno. Pertama, Apartemen Square Garden di Cakung, Jakarta Timur. Apartemen ini memiliki empat tower; satu tower terdiri atas 124 unit dengan harga Rp 109 juta/unit. Yang kedua, Apatermen Eastonia di Jatiwaringin, Pondok Gede, yang berdiri di atas lahan seluas 3 ha.
Mitra bisnis Cipto menilai Nusuno adalah the rising star. Hendra Bujang, misalnya, menganggap Cipto sebagai pengusaha yang punya kemauan keras. “Visi-misi bisnisnya sangat bagus. Saya optimistis Nusuno akan lebih maju dan menjadi the rising star jika tidak ada krisis lagi,” tutur Associate Director Danpac Asset Management itu memuji. Sebelumnya Danpac adalah advisor Nusuno dalam menangani restrukturisasi dan pengembangan bisnis.
Sejauh ini Danpac baru pertama kali melakukan sinergi pembiayaan. Kerja sama yang dilakukan adalah membiayai proyek Apartemen Eastonia senilai Rp 40 miliar. Adapun total nilai proyek Rp 70-90 miliar. ”Kami tertarik bekerja sama dengan Nusuno karena banyak potensi. Nusuno juga telah proven lolos dari krisis global. Pertimbangan lain, sektor bisnisnya terkait dengan kebutuhan riil masyarakat, seperti properti, lembaga pendidikan, minimarket dan kesehatan,” Hendra menguraikan.
Hendra juga mengkritik Nusuno. Sebagai private company, kekuasaan masih berpusat di tangan pemilik. Padahal, di luar banyak peluang bisnis yang harus segera ditangani, sehingga prosesnya agak sulit. Jadi, di level manajemen, ia menyarankan, perlu limit tertentu pada kebijakan Cipto. Dengan demikian, sebagian kewenangan penting didelegasikan ke para profesional. Untuk itu, pola manajemen kekeluargaan mesti dirombak.
Sediakan 25 M Abadikan Nama Anda di Salah Satu Gedung Kampus
Apabila nama Anda ingin tercantum menjadi nama salah satu gedung di perguruan tinggi di Indonesia, itu bukanlah hal yang sulit. Anda tinggal menyediakan dana sejumlah 25 miliar.
Baru-baru ini terdengar kabar untuk menamakan sebuah gedung di ITB dihargai dengan jumlah tersebut (25 miliar). Sebuah nominal yang sangat tinggi untuk (hanya) mencantumkan sebuah nama di salah satu gedung Kampus ITB, Jalan Ganesa, Bandung.
Berdasarkan sebuah informasi dari sebuah blog, Gedung di ITB bernama Benny Subianto, awalnya ialah gedung Laboratorium Teknologi (Labtek) V tempat Prodi Informatika di Fakultas FTI berada.
Melalui SK Rektor, empat gedung di tengah kampus (Gedung LabTek V, VI, VII, dan VIII) diberi nama dengan nama para alumni ITB. Gedung LabTek VI (yang merupakan lokasi Prodi Teknik Fisika dan Teknik Kelautan) diberi nama Gedung Teddy P. Rachmad. Sementara Gedung Labtek VII (lokasi Prodi Farmasi) dan Gedung LabTek VIII (tempat Elektro dan Fakultas STEI) diberi nama Gedung Aburizal Bakrie dan Arifin Panigoro.
Selama ini di ITB banyak gedung yang diberi nama dengan sebutan “LabTek”. Mulai dari Gedung LabTek I, II, hingga XII, namun sekarang nama-nama gedung itu telah berubah dengan nama-nama alumni ITB, dengan alasan “agar mudah diingat”. Tentu tidak sembarang alumni namanya bisa diabadikan menjadi nama gedung. Hanya alumni yang menyumbang dana Rp25 miliar yang bisa diabadikan namanya.
Awal pengubahan nama itu, pada bulan Agustus 2008 yang lalu ITB melakukan penggalangan Dana Lestari. Acara itu dihadiri oleh puluhan alumni yang dikenal sebagai pengusaha sukses. Dari malam penggalangan dana itu, berhasil diperoleh komitmen Rp 100 milyar yang disumbang oleh empat orang alumni “kelas kakap”, yaitu Aburizal Bakrie, Arifin Panigoro, Teddy P. Rachmad, dan Benny Subianto. Masing-masing mereka menyumbang 25 miliar.
Suatu kebanggaan ataukah sebuah ironi ?
Jurusan Geodesi ITB Terancam Dibubarkan
Rektor ITB Djoko Susanto mengatakan segera memanggil seluruh dosen Jurusan Teknik Geodesi dan Geomatika. Mereka akan ditanya dan dimintai keterangan soal kasus yang menimpa jurusan tersebut dengan terjadinya korban saat mengikuti pelantikan calon anggota Ikatan Mahasiswa Geodesi, Hari minggu(8/2) lalu.
Dwiyanto Wisnunogroho, 22 tahun, tewas saat mengikuti pelantikan di Desa Pagerwangi, Lembang, Kabupaten Bandung. Menurut informasi yang berkembang, ia terlalu kelelahan saat perjalanan dan pingsan, kemudian ia dibawa ke RS St. Boromeus Bandung, namun nyawanya tak tertolong saat tiba di Rumah Sakit.
Seluruh dosen dan mahasiswa yang terkait kasus ini akan segera diperiksa, khususnya mahasiswa angkatan 2005 dan 2006 yang terlibat dalam kepanitiaan. “Kami akan bertindak tegas kepada siapapun yang diluar batas” imbuh Rektor.
Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Widyo Nugroho Sulasdi menambahkan bahwa selain dimintai keterangan, para mahasiswa yang terlibat akan dilakukan tes psikologi, hal ini dilakukan untuk mengukur tingkat destruktif di kalangan mahasiswanya.
Beliau juga mengatakan bahwa dalam di tingkat perguruan tinggi, rata-rata mahasiswa belum punya karakter yang kuat untuk kepekaan sosial. Meski kegiatan tersebut dilarang kampus, mereka tetap membiarkannya. “Hal ini tidak boleh terjadi lagi kalau tidak jurusan ini akan dibubarkan” ujarnya.
Gathering Studi Excursie Sistim Informasi ITS 2009
Rabu 28 Januari 2009 Ikatan Alumni ITS (IKA ITS) mengadakan acara gathering Studi Excursie Sistim Informasi ITS 2009 antara mahasiswa Teknik Informatika ITS dengan para alumni.
Acara yang dikemas dengan format ramah tamah dan sharing pengalaman bertempat di apartemen Essence Dharmawangsa, Jakarta selatan ini menghadirkan pembicara dari berbagai lingkup antara lain BUMN, swasta dan wirausaha (entrepreneur) antara lain :
1. Titus Dondy ( Vice President Excelcomindo )
2. Agus Buntaran ( GM. PT Citra Sari Makmur- Satelite )
3. Hesti ( Deputy GM Telkom Jakarta Selatan )
4. Lucky Esa ( IT Expert – Ex Microsoft )
5. Sunaryo Suhadi ( Entrepreneur )
Acara dibuka oleh bapak Seno Teknik Komputer angkatan 85 yang merintis bisnisnya sejak bangku kuliah dan sekarang ini bisnisnya telah cukup menggurita di berbagai projek dari pemerintahan swasta sampai dengan militer. Beliau menekankan kepada calon lulusan ITS khususnya Teknik Informatika bahwa sistem informasi sangat berperan bagi masyarakat untuk banyak hal, tinggal kitanya berfikir tanpa mengkotak-kotakan, global dan out of the box (berbeda dan unik) bagaimana memanfaatkan ilmu kita ini agar berguna bagi masyarakat luas.
Acara selanjutnya menghadirkan dua pembicara sekaligus yang keduanya dari Teknik Industri angkatan 88 yakni Bapak Titus Dondi (Vice President PT Excelcomindo Pratama Tbk) dan Ibu Hesti (Deputy GM Telkom Jakarta Selatan). Mereka bercerita mengenai pengalaman mereka berkarir di perusahaan yang berbeda kultur (BUMN dan Swasta). Beliau-beliau menekankan pentingnya soft skill, interpersonal communication skill, networking dan focus yang hampir 90% penunjang keberhasilan dalam bisnis dan karir. Ibu Hesti menambahkan beberapa poin berkenaan dengan karir dan bisnis yakni :
1. Spirit (semangat)
2. Sinergi, sinergi dengan diri sendiri, kerabat terdekat dan dengan orang lain
3. Cepat, cepat bertindak dan mengambil keputusan namun dengan perhitungan yang matang
Acara sharing pengalaman yang diselingi interaksi aktif dari para mahasiswa ITS dengan alumni rencananya akan terus diadakan secara berkala oleh Alumni ITS dengan menghadirkan para pembicara lain dari berbagai bidang bisnis maupun lingkup pekerjaan.
Teh Hitam, Peredam Penyakit Jantung, Kanker dan Diabetes
HA IPB – Penyakit jantung koroner, stroke, diabetes, darah tinggi serta kanker hati sekarang masih menjadi penyakit pembunuh nomor satu di Indonesia. Belakangan, penyakit tersebut tak hanya menyerang orang lanjut usia karena faktor degeneratif tapi usia produktif. Indonesia pun dikenal sebagai negara dengan pengidap diabetes nomor empat terbnyak di dunia. Usia penderita diabetes pun makin merentang ke bawah dengan usia 25-45 tahun. Sementara sepuluh tahun lalu pasien diabetes rata-rata mereka yang berusia 50 tahun ke aras.
Salah satu penyebab dari munculnya penyakit tersebut adalah adanya akumulasi radikal bebas atau oksidan. Radikal bebas dapat menghancurkan sistem jaringan dan integritas DNA dalam tubuh kita. Kondisi ini menstimulus percepatan proses penuaan, penghancuran lever dan menyebabkan penyakit papan atas lainnya seperti penyakit jantung dan kanker.
Setelah kemajuan industri, dan makin tingginya peluang terkena penyakit tersebut, orang-orang beralih ke pengobatan pencegahan, berupa minuman dari bahan natural. Salah satunya adalah mengkonsumsi minuman yang mengandung zat alami yang dapat mengurangi radikal bebas seperti teh hitam atau black tea.
Khasiat teh hitam diungkap Guru Besar Pangan dan Gizi Institut Pertanian Bogor (IPB) Prof Dr. Ali Khomsan MS dan ahli kesehatan jantung dr. Mohammad Taufik Spj. ”Memang benar teh hitam atau black tea mempunyai manfaat seperti menurunkan risiko kanker, mencegah jantung koroner, mencegah penuaan dan juga bisa menurunkan kadar kolesterol dalam darah,” papar Prof Dr Ali Khomsan MS.
Lebih lanjut Ali Khomsan menjelaskan, dari berbagai referensi, diketahui bahwa black tea yang selama ini dikonsumsi masyarakat kita, cukup banyak mengandung komponen senyawa yang baik bagi tubuh. Utamanya adalah antioksidan serta Theaflavin cukup tinggi. Senyawa itulah yang mempunyai efek dapat mengurangi risiko-risiko penyakit seperti kanker dan mencegah jantung koroner.
”Teh hitam atau black tea dibuat dari pucuk daun teh segar yang dibiarkan menjadi layu sebelum digulung, kemudian dipanaskan dan dikeringkan. Teh hitam disebut juga teh fermentasi,” katanya.
Salah seorang pakar kesehatan jantung dari Kota Hujan Bogor, Dr H.Mohammad Taufik Sp.J mendukung pendapat Prof Dr Ali Khomsan yang menyebutkan black tea bermanfaat untuk mengurangi penyakit jantung koroner, kanker, diabetes dan stroke.
Sayangnya, menurut Taufik, manfaat yang terkandung dalam meminum teh hitam belum banyak diketahui oleh masyarakat. Hal ini disebabkan kurangnya sosialisasi maupun publikasi dari berbagai penelitian tentang manfaat black tea bagi kesehatan. B
Pusat Jantung Nasional Rumah Sakit Jantung Harapan Kita Jakarta (RSJHK) juga memaparkan hasil penelitiannya dalam talkshow dengan tema ”Efek Teh Hitam dalam Mencegah dan Mengatasi Risiko Penyakit Jantung Koroner” yang diadakan di Aula RSJHK Jakarta, beberapa waktu lalu.
Menurut hasil penelitian tersebut, Katekin–zat yang disebut dapat melawan penyakit degeneratif–ternyata berupa senyawa Theaflavin. Senyawa ini merupakan antioksidan, antikanker, antimutagenik, antidiabetes dan anti penyakit lainnya. Senyawa Theaflavin dalam teh hitam jumlahnya cukup signifikan.
Secara sederhana antioksidan dinyatakan sebagai senyawa yang mampu menghambat atau mencegah terjadinya oksidasi. Berdasarkan sumbernya, anti oksidan dapat dibagi menjadi antioksidan alami dan sintetis. Theaflavin merupakan antioksidan alami yang sangat potensial.
Kemampuannya sebagai penangkap radikal bebas sudah tidak dapat dipungkiri lagi kesahihannya. Kemampuan theaflavin sebagai antioksidan ternyata tidak cukup sampai di situ. Aktivitasnya sebagai antioksidan dalam menghambat oksidasi LDL (Low Density Lippoprotein) ternyata menunjukkan hal yang menakjubkan.
Dalam seduhan teh hitam, Theaflavin memberikan warna merah kekuningan, sementara itu Thearubigin dan Theanapthoquinone masing-masing memberi warna merah kecoklatan dan kuning pekat. Untuk hal rasa, bersama-sama Kafein, Theaflavin yang ada dalam teh hitam memberikan rasa segar.
Penelitian di Belanda menyimpulkan bahwa kebiasaan minum teh hitam atau black tea dapat mencegah penimbunan kolesterol pada pembuluh darah arteri, terutama pada wanita. Minum teh hitam satu sampai dua cangkir mampu menekan penimbunan kolesterol hingga 46 %, dan jika minum empat cangkir dapat mencapai 69 %.
Hal tersebut ditunjang oleh hasil penelitian di Amerika Serikat yang menunjukkan serangan jantung berkurang 40 % pada orang-orang yang membiasakan minum teh hitam. Teh hitam juga menunjukkan kemampuan yang meyakinkan sebagai sumber bahan pangan alami bagi para penderita diabetes terutama dalam kapasitasnya menaikkan aktifitas insulin.
Penelitian yang dilakukan Departemen Pertanian Amerika Serikat yang telah dipublikasikan dalam Journal Agric Food Chem 2002, menunjukkan kemampuan teh hitam meningkatkan aktifitas insulin melebihi dari teh hijau maupun teh Oolong.
Menurut Mohammad Taufik, biasanya, para ahli kesehatan akan mempublikasikan hasil penelitiannya, setelah beberapa kali melakukan penelitian. Bila hasil penelitiannya menunjukkan hasil yang sama, baru penelitian tersebut dipublikasikan. Namun bila baru satu kali penelitian, hasilnya belum akan dipublikasikan.
“Kalau penelitian itu baru sekali kami lakukan tidak mungkin kami mempublikasikannya. Biasanya penelitian yang telah dipublikasikan adalah penelitian yang telah berulang-ulang,” kata dokter sepesialis jantung ini.
Berdasarkan proses pengolahannya, teh diklasifikasikan menjadi tiga jenis yaitu teh hitam (fermentasi atau oksimatis, kependekan dari Oksidasi ensimatis), teh Oolong dan teh hijau. Konsekuensi logis dari perbedaan proses tersebut, menyebabkan lahirnya perbedaan produk teh baik secara fisik maupun kimia.
Secara kimia, perbedaan yang paling menonjol adalah perbedaan kandungan komposisi senyawa Polyfenol. Pada proses pengolahan teh hitam, dan teh Oolong, sebagian Katekin berubah menjadi Theaflavin, Thearubigin, dan Theanaphtoquinone. Meski tidak sepopuler nenek moyangnya (Katekin), Theaflavin sudah banyak dipelajari oleh sejumlah peneliti.
Dikutip dari : http://www.alumni-ipb.or.id/index.php?option=com_content&task=view&id=5406&Itemid=37

