Pembiayaan Wirausaha Mahasiswa
Saat ini UI sudah menyerahkan 1,4 milyar dalam pembiyaan wirausaha mahasiswa. Ui Menyerahkan 1,4 milyar dalam rangka menjalankan program UI Young & Smart Entrepteneur. Program ini diikuti peserta magang sebanyak 322 peserta, program ini memiliki target hampir sekitar 200 proposal peserta yang akan dibiayai. Untuk pembiayaan proposal di anggarkan sekitar 5-8 juta rupiah tergantung dari bisnis yang di jalankan.
Bagi peserta yang mengikuti program ini, mereka sedang berusaha meyakinkan tim seleksi tentang bisnis yang akan mereka jalankan. Mereka membuat proposal bisnis yang kemudian diwawancara oleh dewan juri yang terdiri dari praktisi bisnis, dosen, dan lembaga keuangan tentang studi kelayakan bisnis (feasibility study) yang akan mereka jalankan.
Dari bidang yang diperlombakan ada juga bisnis yang memerlukan dasar pengetahuan yang kuat di bidangnya seperti peternakan, restoran makanan sehat, konsultan karir dan lembaga pelatihan berbasis psikologi.
Seluruh peserta yang lolos pembiayaan akan menghadiri acara yang rencananya akan dibuka oleh Dirjen DIKTI dan Rektor UI tersebut. Dana itu secara simbolik akan diberikan dari Rektor UI kepada para peserta dengan disaksikan oleh Dirjen DIKTI. Program tersebut tentunya memiliki target minimal 30% dari para pesta yang berhasil dibiayai.
Mendidik Mahasiswa Merencanakan Bisnis
ITS menggelar pelatihan kepada para pemenang business plan yang bekerjasama dengan dikti. Pelatihan yang berlangsung selama dua hari kemarin mengulas seluk beluk tentang bisnis. Materinya beragam, mulai dari motivasi berbisnis sampai pada perhitungan teknis dalam menjalankan bisnis.
Gedung Perpustakaan, ITS Online – Pada hari pertama peserta yang merupakan mahasiswa dari berbagai jurusan di ITS ini diberi materi tentang bagaimana cara penilaian kemampuan diri untuk berbisnis. Mereka diberi kuisioner yang berisi pertanyaan tentang keyakinan diri serta hambatan yang mungkin akan muncul pada saat pelaksanaannya nanti.
“Isi dengan jujur, kuisioner ini nantinya bisa jadi acuan dosen pembibing bisnis anda untuk membimbing anda nantinya,” ujar Ir Lantip Trisunarno MT, salah satu dosen yang berkecimpung dalam program kerja technopreneurship. Selain Lantip, dua dosen lainnya yaitu Drs Soehardjupri Msi serta Drs. M. Zainul Asrori, M.Si juga turut membimbing pada pelatihan ini.
Selain belajar bagaimana melihat kemampuan diri di dunia bisnis, para peserta selanjutnya juga belajar bagaimana menguji ide bisnis mereka. Kemudian dilanjutkan dengan rencana pemasaran serta bagaimana menghitung biaya produksi dan jasa per unit.
Salah satu topik yang paling penting tentang bagaimana cara menghitung biaya produksi per unit yang akan mereka jual. Bahasan ini langsung dipaparkan oleh John Hardy yang seorang praktisi dalam bidang konsultan pengembangan bisnis mikro. John menekankan ketika menghitung biaya produksi, pelaku bisnis harus mampu merinci pengeluaran mereka sedetail mungkin.
“Biaya produksi tersebut bisa kita bagi menjadi biaya langsung, serta tak langsung,” ujar John. Dalam biaya langsung tersebut termasuk biaya menggaji pegawai serta pemilik usaha.”Usahakan masalah uang dibicarakan diawal antar anggota kelompok anda,” tambah John.(yud/bah)
Sumber : www.its.ac.id/berita.php?nomer=5699

