Sediakan 25 M Abadikan Nama Anda di Salah Satu Gedung Kampus
Apabila nama Anda ingin tercantum menjadi nama salah satu gedung di perguruan tinggi di Indonesia, itu bukanlah hal yang sulit. Anda tinggal menyediakan dana sejumlah 25 miliar.
Baru-baru ini terdengar kabar untuk menamakan sebuah gedung di ITB dihargai dengan jumlah tersebut (25 miliar). Sebuah nominal yang sangat tinggi untuk (hanya) mencantumkan sebuah nama di salah satu gedung Kampus ITB, Jalan Ganesa, Bandung.
Berdasarkan sebuah informasi dari sebuah blog, Gedung di ITB bernama Benny Subianto, awalnya ialah gedung Laboratorium Teknologi (Labtek) V tempat Prodi Informatika di Fakultas FTI berada.
Melalui SK Rektor, empat gedung di tengah kampus (Gedung LabTek V, VI, VII, dan VIII) diberi nama dengan nama para alumni ITB. Gedung LabTek VI (yang merupakan lokasi Prodi Teknik Fisika dan Teknik Kelautan) diberi nama Gedung Teddy P. Rachmad. Sementara Gedung Labtek VII (lokasi Prodi Farmasi) dan Gedung LabTek VIII (tempat Elektro dan Fakultas STEI) diberi nama Gedung Aburizal Bakrie dan Arifin Panigoro.
Selama ini di ITB banyak gedung yang diberi nama dengan sebutan “LabTek”. Mulai dari Gedung LabTek I, II, hingga XII, namun sekarang nama-nama gedung itu telah berubah dengan nama-nama alumni ITB, dengan alasan “agar mudah diingat”. Tentu tidak sembarang alumni namanya bisa diabadikan menjadi nama gedung. Hanya alumni yang menyumbang dana Rp25 miliar yang bisa diabadikan namanya.
Awal pengubahan nama itu, pada bulan Agustus 2008 yang lalu ITB melakukan penggalangan Dana Lestari. Acara itu dihadiri oleh puluhan alumni yang dikenal sebagai pengusaha sukses. Dari malam penggalangan dana itu, berhasil diperoleh komitmen Rp 100 milyar yang disumbang oleh empat orang alumni “kelas kakap”, yaitu Aburizal Bakrie, Arifin Panigoro, Teddy P. Rachmad, dan Benny Subianto. Masing-masing mereka menyumbang 25 miliar.
Suatu kebanggaan ataukah sebuah ironi ?

