Aktif Organisasi ,Raih Nilai Mengagumkan

April 2, 2009 by admin  
Filed under Suara Alumni


Kampus B – Warta Unair.
Siapa bilang bila seorang mahasiswa sibuk di bidang organisasi, IPK-nya pasti kurang memuaskan. Setidaknya hal ini dibantah oleh Agnes Dewi Pramitasari, mahasiswi Fakultas Ekonomi jurusan Akuntansi yang diwisuda 24 Agustus 2008 kemarin. Agnes berhasil lulus dengan IPK 3,84.

Mita demikian dirinya biasa dipanggil oleh rekan-rekannya mengaku tidak mempunyai kiat khusus sehingga bisa memperoleh nilai yang cukup bagus. Padahal dirinya juga terlibat dalam organisasi Himpunan Mahasiswa Akuntansi (HIMA Akuntansi) yang mempunyai kegiatan yang cukup padat.
“Saya gabung ke HIMA karena memang ingin membentuk karakter pribadi, karena dalam dunia kerja yang dibutuhkan bukan hanya nilai yang bagus namun juga personality yang harus bagus dan itu hanya bisa dibentuk melalui organisasi,” katanya ketika ditemui di FE kemarin.
Mita mengaku dirinya adalah sosok yang easy going dan bukan sosok mahasiswi pembelajar atau kutu buku. Barulah ketika ada tugas yang diberikan dosen, saat itulah digunakannya untuk belajar. Namun agar dirinya tidak keteteran, dalam berbagaii mata kuliah, biasanya seminggu sebelum ujian ia belajar secara intensif dan tidak lagi sibuk di organisasi.
“Model belajar semacam ini sudah saya lakukan sejak SMA, apalagi sewaktu SMA saya jauh dari orang tua karena berada di Jogya, sementara orang tua ada di Surabaya,” ujarnya.

Apa saja yang dipelajari selama seminggu itu? Menurut dia, biasanya dia hanya belajar latihan soal ringan. Namun sebelum memulai latihan soal, dirinya memahami dulu konsep dari masing-masing bab yang akan dipelajari itu. Dengan memahami konsepnya maka belajar yang dijalaninya lebih ringan.
“Jangan belajar soal yang berat, justru nantinya malah lupa, yang penting konsepnya saja,” katanya.

Mita mengakui memang selama ini dirinya mempunyai target harus mendapatkan IP 3,5 karena dengan IPK minimal 3,5 maka akan mudah mencari kerja. Ini mengingat kompetisi di dunia kerja juga semakin ketat, sehingga IPK 3,5 menurutnya adalah sebuah keharusan.

Kini, usai wisuda, dirinya sudah mendapat tawaran kerja di Ernst and Young, sebuah perusahaan audit terkenal di Jakarta. Dan kesempatan ini tidak akan disia-siakannya karena memang bidang akuntansi adalah bidang yang sangat disukainya.
“Saya hanya ingin menyampaikan, kalau kelas kuliah di Akuntansi sebaiknya jangan terlalu besar. Bayangkan satu kelas bisa menampung 100 mahasiswa dan minimal sekitar 80 orang. Ini tidak efektif,” ujarnya menutup perbincangan. (rum)

Sunber: http://www.unair.ac.id/wisudawan.unair.php?id=16