Tiga Mahasiswa UI Kembali Berprestasi
October 13, 2009 by LintasAlumni
Filed under Berita
Kembali tiga Mahasiswa Universitas indonesia mengharumkan nama bangsa. Prestasi tersebut mereka peroleh melalui lomba penelitian APDSA 2009.
Berkat penelitian mereka , ketiga mahasiswa Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Indonesia ini berhasil mengharumkan nama Indonesia dengan menjadi Juara I Scientific Research Competition atau kompetisi riset kedokteran gigi se-Asia Pasifik dalam The Asia Pacific Dental Students Association (APDSA) 2009 yang diselenggarakan di Malaysia.
Salah satu kunci sukses bagi mereka untuk mendapatkan kesuksesan adalah karena kebersamaan dan kekompakan yang mereka miliki. Perjalanan mereka pun untuk meraih kesuksesan bukanlah merupakan hal yang instan. Awal dari perjuangan mereka dimulai dari pembentukan tim yang dilakukan sekitar Maret 2008 dan dilanjutkan dengan riset yang dilakukan pada bukan Agustus 2008.
Tantangan demi tantangan mereka jalani, namun untuk mencapai kesuksesan kita harus mau untuk terus berusaha dan jangan pernah menyerah. Selain itu, lakukan yang terbaik, Jika kita mau melakukan yang terbaik, kita pasti bisa mendapatkan yang terbaik.
Dosen ITS Lulus Sertifikasi DIKTI
Pembantu Rektor I Prof Arief Junaedy berharap seluruh dosen di ITS mampu memiliki sertifikat dosen yang dikeluarkan oleh Dikti. Mantan dekan FTIF ini juga mengaku bila keberhasilan para dosen tersebut tak lepas dari peran ITS yang melakukan pendampingan bagi para dosen yang telah memenuhi kriteria yang ditetapkan Dikti.
Program ini adalah upaya pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan dosen. Untuk dosen non guru besar, maka akan mendapatkan tunjangan profesi sebesar satu kali gaji pokok.
Dan untuk seorang guru besar akan mendapat tunjangan kehormatan. Untuk memperoleh sertifikat ini ada beberapa persyaratan yang diajukan oleh Dikti. Salah satunya adalah syarat ekivalensi waktu mengajar penuh minimal 12 SKS selama dua tahun terakhir. Selain itu, lanjut Arif, dosen yang memiliki jabatan fungsional seperti asisten ahli atau lektor kepala akan diutamakan.
Tahun ini, ITS menilai sebanyak 412 dosen dari beberapa perguruan tinggi di Indonesia. ITS memenuhi syarat menjadi salah satu perguruan tinggi penyelenggara sertifikasi dikarenakan telah memiliki kecukupan jumlah guru besar dan unit penjamin mutu dan pengembangan seperti Pusat Penjaminan Mutu (PJM) dan Pusat Pengembangan Pendidikan dan Aktivitas Instruksional(P3AI).
Prof. Dr. Jumhan Pida, M.Pd., Purna Tugas
Semangat “Ever Onward Never Retreat” sebagai pemacu prestasi olahraga semakin luntur. Pergolakan politik lebih menonjol mempengaruhi kehidupan bangsa Indonesia. Kebijakan politik berpengaruh pula pada perkembangan bidang olahraga yang berakibat pada keterbengkelaian pembinaan prestasi. Sebaiknya Indonesia menyadari perlu pasang kuda-kuda untuk perencanaan yang lebih mutakhir dengan pendekatan ilmiah agar olahraga dapat dipertahankan, bahkan ditingkatkan. Demikian disampaikan Prof. Dr. Jumhan Pida, M.Pd., dalam orasi ilmiah Purna Tugas Guru Besar yang berjudul Missing Link dalam Pembinaan Olahraga di Indonesia di Ruang Sidang Utama pada (14/5) siang. Dalam pidato pelepasannya ini, Jumhan Pida menjelaskan, Indonesia masih memfokuskan perhatian pada atlet-atlet yang sudah berprestasi tinggi yang kemudian dibina untuk selalu dijagokan pada kejuaraan yang bertaraf internasional. Indonesia kurang memberikan kesempatan pada atlet junior untuk mencoba prestasinya, agar dapat menggantikan atlet senior yang tentu akan mengalami kemunduran di kemudian hari. Lebih parah lagi masalah pembibitan, apalagi pemanduan bakat kurang menjadi perhatian dan tidak dijadikan sebagai salah satu kebijakan politik untuk mewawas masa depan. Tidak diingat bahwa adanya atlet elite itu tidak mungkin muncul begitu saja. Hal itu merupakan hasil dari suatu rangkaian proses panjang, usaha dan pengorbanan dilakkan baik secara individu maupun bersama kelompok, bersama keluarga mungkin bersama lembaga perkumpulan, sekolah dan lain sebagainya. Tentu saja, dana, waktu, sarana, prasarana, beserta kendala-kendala yang dihadapi merupakan hal-hal yang perlu dipertimbangkan untuk menjadikan seseorang ke tingkat atlet berprestasi, bahkan ke tingkat atlet elite, tambahnya. Sementara Prof. Dr. Gunawan, M.Pd. dengan judul Dunia, Indonesia, dan UNY Menyiratkan Keniscayaan Berkembangnya Peran Guru Sebagai Manajer Pembelajaran. Menurutnya, ICT yang sedemikian maju memberikan peluang yang luar biasa bagi manusia untuk melakukan dan mengakselerasi proses belajarnya, baik belajar sendiri maupun melalui berbagai institusi atau unit belajar yang mengorganisasikan objek belajar, subjek belajar, proses belajar, serta sarana dan prasarana belajar dalam format yang disebut kurikulum pembelajaran. Salah satu perubahan yang paling mendasar, sebagaimana dinyatakan Gunawan, adalah perubahan fungsi guru yang semula utamanya menjadi penyedia pengetahuan dan yang kemudian akan bergeser utamanya menjadi fasilitator pembelajaran yang harus me-manage sumber belajar yang terseda secara luar biasa banyaknya di internet dengan karakteristik pertumbuhan dari detik ke detik secara luar biasa pula. Dilihat dari kenyataan penggunaan e-learning yang ada di UNY, baik yang berbasis moodle mapun yang buatan anak negeri, masih menampakkan (asumtif) porsi penggunaan IBTL Internet based teaching process) yang masih cukup rendah, walaupun memang ada indikasi hal tersebut bergerak ke arah pertumbuhan. Penggunaan moodle dan e-learning buatan sendiri perlu dievaluasi untuk kemudian dipacu mencapai pertumbuhan yang signifikan.(Natsir & Dhian)
Sumber : www.uny.ac.id/data.php?m=951da6b7179a4f697cc89d36acf74e52&i=1&k=5938
Andina Putri Badri, Mahasiswa Berprestasi ITB 2009
BANDUNG, itb.ac.id – “Aku sangat bersyukur kepada Allah SWT, karena menurut aku ini semua berkah dari-Nya, yang paling berkah sih waktu liat betapa senengnya mama sama papa, bener-bener can’t be described by words”. Demikian Andina berkomentar atas terpilihnya ia sebagai peraih Ganesha Prize 2009. Sederhana namun lugas.
Andina Putri Badri, dara kelahiran Jakarta, 30 Agustus dua puluh tahun silam ini merupakan mahasiswi SBM pertama yang berhasil meraih predikat Mahasiswa Berprestasi ITB.
Menilik cv-nya, gelar juara berbagai kompetisi debat bahasa Inggris telah Andina kantongi. Dua diantaranya adalah ALSA & FHUI National Presenting Idea Competition dan Human Rights National Presenting Ideas Al-Azhar University & United Nation. Tak hanya jago debat, delegasi Indonesia dalam World Creative Forum 2009, Philipines dan ASEAN +3 Youth Forum 2008, Singapore ini juga pernah sibuk sebagai penyiar radio, contributor artikel majalah remaja, hingga public relation suatu EO.
Bahkan, Duta GKN (Gerakan Kebangkitan Nasional) ITB 2008-2009 ini juga sempat menjabat sebagai Vice President of Corporate Communication Satoe Indonesia 2007-2008. Satoe Indonesia merupakan organisasi nirlaba bentukan mahasiswa SBM ITB yang didirikan untuk mewadahi kegiatan-kegiatan pengembangan masyarakat.
Berbicara mengenai kesiapaannya berkompetisi di tingkat nasional, Andina mengaku sedang giat mempersiapkan dokumen pendukung, memperkaya wawasan dengan banyak membaca jurnal, serta persiapan mental. “Aku gak mau terlalu tegang sih, intinya nanti menikmati aja prosesnya sambil tetap melakukan yang terbaik”, ujar Andina.
Bagi Andina berkuliah di SBM ITB membuka kesempatan untuk bertemu dengan orang-orang yang menginspirasi hidupnya. Selama di ITB dirinya banyak belajar tentang determinasi, kegigihan, semangat, kemampuan bekerjasama serta melakukan hal-hal yang menjadi hobinya.
Tentang masa depan, selepas kuliah Andina ingin bekerja untuk menimba pengalaman sebelum akhirnya terjun membuka bisnis pribadi. “It doesn’t matter how many times you fail, or how many times people bring you down, what really matter is how strong you can bring your self up”, demikian dirinya berprinsip.
Sumber : www.itb.ac.id/news/2452.xhtml
Dosen Berprestasi
Andi Widjajanto adalah seorang pakar dibidang pertahanan dan keamanan. Beberapa karya beliau yang telah diterbitkan antara lain: “Reformasi Militer, Ekonomi Pertahanan, dan Bisnis Militer” (dalam Jaleswari, Pramodhawardani dan Andi Widjajanto,ed.); “Bisnis Serdadu: Ekonomi Bayangan” (Jakarta: The Indonesian Institute, 2007). (Co-Author dengan Yulida Pangastuti, et.al.), “Transnasionalisasi Masyarakat Sipil” (Jakarta: FISIP UI Press – LkiS, 2007). (Co-author dengan Makmur Keliat); “Reformasi Ekonomi Pertahanan” (Jakarta : INFID-PACIVIS, 2006); “Evolusi Doktrin Pertahanan Indonesia” (dalam Ikrar Nusa Bhakti, et.al.; Kaji Ulang Pertahanan: Pendekatan Substantif, Jakarta : LIPI, 2006). (Co-author dengan Cornely Lay dan Makmur Keliat); dan “Intelijen: Velox Et Exactus” (Jakarta : PACIVIS-UI, 2006).

